Intiraya | Maraknya aksi geng motor yang melibatkan tak sedikit para pelajar baik dari setingkat SMP hingga SMA dan SMK membuat miris dan sangat menghawatirkan semua pihak.
Betapa tidak aksi brutal mereka kerap berujung pada peganiayaan berat hingga tak jarang menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir ini, di jl letjen Mashudi Kota Tasikmalaya yang mengakibatkan korban siswa SMP meninggal dunia di tempat setelah di keroyok anggota gang motor.
Hal inilah yang mendorong semua elemen pendidik di lembaga lembaga sekolah negeri maupun swasta merespon kejadian ini dengan memberikan pengarahan dan pembekalan kepada para siswanya.
Seperti yang di lakukan oleh SMK PK Nurusalam Salopa, yang mengelar apel khusus bagi para siswanya dari mulai kelas X, XI dan XII.
Menurut Kepala Sekolah SMK PK Nurusalam Dedi Zafar Mutaqin, pihaknya selalu memberikan arahan dan pembinaan kepada para siswa terkait kenakalan remaja dan bahaya narkoba serta aksi geng motor. Disetiap upacara hari senin maupun di event event tertentu.
“Kami sudah melakukan pembinaan ini bukan sekali duakali, bahkan kami selalu koordinasi dengan aparat kepolisian dan koramil setempat untuk memberikan arahan tentang kenakalan remaja bahaya narkoba dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Namun dalam menghadapi maraknya aksi geng motor dalam kurun waktu sebulan terakhir ini pihaknya kian intensif memberikan penegasan kepada para siswanya bahkan para siswanya diminta berjanji dan bersumpah diatas mushaf alquran. Dimana isi sumpah dan janjinya itu adalah Sbb ;
BISMILLAH, DEMI ALLOH DENGAN INI KAMI BERSUMPAH DAN BERJANJI SEBAGAI SISWA DI SMK NURUSSALAM SALOPA UNTUK :
1. TIDAK MENGIKUTI GRUP MOTOR YANG DAPAT
MERESAHKAN MASYARAKAT
2. TIDAK MELAKUKAN UGAL-UGALAN DI JALAN
DENGAN MENGGUNAKAN ATRIBUT SMK
NURUSSALAM
3. APABILA KAMI MELANGGAR SUMPAH DAN JANJI KAMI MAKA KAMI SIAP DIBERIKAN SANKSI HUKUM BAIK DARI PIHAK SEKOLAH MAUPUN DARI APARAT KEPOLISIAN
4. DEMIKIAN SUMPAH DAN JANJI INI SEMOGA ALLOH MERIDHOI SAYA. (Zm)











