Pendidikan

Tanamkan Bahaya Komunisme dan Latennya, SMKs PK Nurusalam Salopa Gelar Nobar G 30 S PKI

209
×

Tanamkan Bahaya Komunisme dan Latennya, SMKs PK Nurusalam Salopa Gelar Nobar G 30 S PKI

Sebarkan artikel ini

Intiraya, Tasikmalaya – Setiap tanggal 30 September bangsa Indonesia selalu di ingatkan dengan sebuah bola Sejarah kelam dan berdarah yang pernah menimpa bangsa ini di tahun 1965.

Peristiwa tragis ini disebut dengan Gerakan 30 September 1965 yang didalangi oleh partai komunis Indonesia dengan pola akan merubah kedaualatan bangsa ini dengan faham komunisme.

DN Aidit dan kawan kawan menculik dan membunuh 6 jendral dan 1 perwira muda dan 1 anak kecil putra jendral AH Nasution yang masih berusia 6 tahun, dengan dibunuh secara kejam dan memasukannya ke dalam sumur tua di sekitar Halim Perdana Kusuma yang dikemudian hari dikenal dengan nama lubang buaya.

Agar peserta didik selalu ingat Sejarah kelam bangsa ini, dan selalu waspada dengan bahaya laten komunis maupun faham komunis yang menyaru dalam faham faham neo komunis di abad ini, inilah yang mendasari Sekolah mengelar nobar (nonton bareng) film G 30 S PKi di sekolah mereka.

Kepala sekolah SMKs PK Nurusalam Dedi ZM menegaskan bahwa nonton bareng ini adalah sebagai Upaya sekolah menanamkan Kembali masa kelabu Sejarah bangs aini di tanggal 30 September tiap tahunnya.

“Ini sangat penting bagi kami untuk menjelaskan secara visual kpd anak anak agar mereka benar benar mengetahui alur Sejarah yang sebenarnya dari peristiwa tersebut, jadi tak hanya mendapatkan perstiwa Sejarah ini secuil dari buku Sejarah mereka atau dari mapel PPKN,“ ungkapnya.

Ditambahkan Dedi bahwa kegiatan nobar inipun sudah menjadi tradisi tahunan disekolahnya dan akan terus ditanamkan sehingga para peserta didik mengetahui lebih dalam, bahkan khusus untuk kegiatan belajar mengajar dihari itu diganti dengan nonton Bersama.

“Ini juga sebagai salah satu methode belajar bagi peserta didik, jadi setelah menonton anak anak akan mengumpulkan laporannya kepada para guru mereka,“ pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *