Daerah

Soroti Sepinya Terminal Indihiang, Pemuda Indihiang : Pemerintah tidak Serius

329
×

Soroti Sepinya Terminal Indihiang, Pemuda Indihiang : Pemerintah tidak Serius

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Terminal Tipe A Indihiang, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi perbincangan hangat berbagai element masyarakat Tasikmalaya.

Sampai saat ini, terminal tersebut belum berfungsi maksimal sebagai pusat aktivitas transportasi.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari warga, termasuk dari sembilan pemuda Indihiang yang meminta pemerintah segera turun tangan.

Heru Rohmania (34), salah satu dari sembilan pemuda Indihiang, mengatakan, keadaan terminal saat ini sangat memprihatinkan. Ia mengungkapkan, banyak fasilitas yang terlihat tidak terurus dan minim aktivitas penumpang.

“Kalau melihat kondisi terminal hari ini, saya sangat miris sebagai warga Indihiang. Dulu harapannya semua penumpang bisa naik turun di terminal, tapi sekarang malah jadi sepi,” ujar Heru saat ditemui di lokasi, Minggu 6 Juli Sore.

Heru mengatakan, tidak ada upaya pengelolaan dan promosi yang maksimal, sehingga terminal tampak mati suri. Padahal menurutnya, bagian bawah terminal sebenarnya sudah cukup layak dari segi infrastruktur.

“Kalau fasilitasnya ada tapi tidak dimanfaatkan, tentu akan sia-sia. Pemerintah dan pengelola seolah kurang peduli,” katanya.

Ia bersama rekannya mengamati langsung aktivitas di terminal beberapa kali di mana hanya ada satu atau dua petugas yang berjaga, dan sejumlah bus hanya masuk sebentar lalu keluar kembali tanpa menaikkan penumpang.

“Yang saya lihat, beberapa bus dari luar kota datang sudah dalam keadaan membawa penumpang. Kemungkinan mereka menaikkan dari pinggir jalan, bukan dari terminal,” ungkapnya.

Heru menilai, persepsi masyarakat terhadap terminal sangat dipengaruhi oleh kondisi fasilitas. Jika lingkungan terminal bersih, aman, dan tertib, maka penumpang akan merasa nyaman untuk menggunakannya.

“Kalau fasilitasnya kurang layak, ya wajar kalau masyarakat lebih memilih naik dari luar terminal,” tegasnya.

Terminal tersebut, kata dia, pernah dijadikan lokasi event untuk menarik minat calon penumpang. Namun, kegiatan itu tidak memberikan dampak signifikan karena tidak dibarengi dengan dukungan serius dari pemerintah.

“Pernah ada event di sini, tapi tetap saja tidak ramai. Mungkin pendekatannya belum menyentuh akar masalahnya,” ujarnya.

Menurut Heru, saat ini terminal hanya berfungsi secara fisik, namun tidak secara fungsional. Banyak spot di dalam area terminal yang terlihat terbengkalai dan tidak dirawat.

“Kalau terus dibiarkan, terminal bisa jadi bangunan kosong tanpa fungsi. Ini aset yang seharusnya dikelola secara profesional,” tambahnya.

Heru berharap, pemerintah Kota Tasikmalaya bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dapat mengambil langkah konkret, termasuk menertibkan pool-pool bus yang mengambil alih fungsi terminal.

“Kalau pemerintah serius, minimal penumpang diarahkan ke sini. Jadi terminal hidup lagi,” katanya.

Heru meyakini, jika pengelolaan dilakukan dengan serius, terminal bisa kembali hidup dan menjadi simpul transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah harus turun tangan. Jangan sampai masyarakat terus kehilangan kepercayaan terhadap fasilitas umum,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *