Daerah

Soroti Dugaan Kelalaian Pelayanan di RS Hermina, DPRD dan Dinkes Minta Evaluasi Total

363
×

Soroti Dugaan Kelalaian Pelayanan di RS Hermina, DPRD dan Dinkes Minta Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Dugaan kelalaian dalam pelayanan di RS Hermina Kota Tasikmalaya mendapat sorotan tajam dari beberapa pihak, salah satunya dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya, dari Fraksi PDI-P, Kepler Sianturi.

Kasus tersebut yakni, tidak diberikannya obat untuk penyembuhan kepada pasien operasi Caesar, padahal hal tersebut tertuang dalam UU RI nomor 44 Tahun 2009 Jo Kemenkes no 28 Tahun 2014.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa obat untuk keperluan lanjutan pasca di rawat inap harus di berikan terhadap pasien JKN selama sesuai indikasi medis dan masuk dalam Formularium Nasional (FORNAS).

Oleh karena itu Kepler bersama kepala Dinas Kesehatan mencoba memediasi antara pihak keluarga pasien dengan pihak RS Hermina

“Kemarin ada aspirasi warga Bungursari, yang mana selesai operasi caesar setelah pulang dari rumah sakit, pihak rumah sakit diduga lupa memberikan obat selama perawatan dirumah, dalam hal ini kita menduga pihak Rumah Sakit lalai sehingga lebih 1 Minggu baru pihak rumah sakit segera melalukan langkah medis,” ucap Kepler, Kamis 05 Februari 2026.

Terkait hal tersebut itu, dirinya sebagai anggota DPRD fraksi PDI Perjuangan hari ini memfasilitasi atau melakukan  mediasi pertemuan bersama kadis kesehatan dengan pihak RS Hermina.

“Saya berharap dari pertemuan ini bisa menghasilkan keputusan yang baik sehingga pasien dan bayi dalam keadaan sehat dan baik, serta mendorong pihak RS Hermina agar melakukan perbaikan perbaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepler mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga banyak menerima aspirasi, masukan juga keluhan dari masyarakat terkait perlunya peningkatan manajemen Rumah Sakit Swasta tersebut,

“Makanya dalam kesempatan ini kita menyampaikan hal hal apa yang menjadi masukan, atau keluhan dari masyarakat,” tandasnya.

Gun gun selaku Humas RS Hermina menyampaikan kepada awak media, secara umum setiap pasien yang dirawat di Hermina, sampai pulang sudah obat, baik antibiotik maupun yang lainnya.

“Setelah direkomendasikan dari dokter, persepsi obat apakah yang tidak terbawa atau seperti apa ini yang harus kita clearkan dulu, ini fungsi kita ketemu dulu dengan pihak keluarga itu hasilnya seperti apa,” terangnya.

Di tempat terpisah, A selaku pihak keluarga pasien mengatakan kepada media, bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak RS Hermina dan hasilnya pihak RS Hermina meminta maaf atas kejadian tersebut, dan akan memberikan pelayanan Home visit.

“Hasil komunikasi dengan pihak Hermina keluarga menerima  permohonan maaf dengan upaya Hermina memberikan pelayanan pengecekan kesehatan ke rumah sampai pasien pulih,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *