Daerah

Sempat Mangkrak, Pembangunan Poliklinik RSUD dr. Soekardjo Dilanjut 2026

405
×

Sempat Mangkrak, Pembangunan Poliklinik RSUD dr. Soekardjo Dilanjut 2026

Sebarkan artikel ini
Sempat Mangkrak, Pembangunan Poliklinik RSUD dr. Soekardjo Dilanjut 2026
Sempat Mangkrak, Pembangunan Poliklinik RSUD dr. Soekardjo Dilanjut 2026

Tasikmalaya, kamrang.id | Direktur Utama RSUD Dr Soekardjo, dr Budi Tirmadi, mengungkapkan, pihaknya akan melanjutkan pembangunan poliklinik yang sempat terhenti beberapa waktu ini.

“Insya Allah tahun 2026 nanti akan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp26 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur poli klinik. Ini diharapkan bisa tuntas dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,”kata Dr Budi, kepada wartawan, Kamis 24 Juli 2025.

Selain itu, memasuki usia RSUD dr. Sookardjo ke 100 ini, dr. Budi mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan pelayanan kesehatan yang selama ini dirasa masih belum optimal.

“Pembenahan RSUD menjadi prioritas di usia Kota Tasikmalaya yang menginjak 100 tahun ini. Renovasi terhadap sejumlah bangunan sudah dilakukan, terutama untuk ruangan rawat inap standar,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan dan sinergi dengan fasilitas kesehatan lainnya.

“Program Tasik Gemas (Tasikmalaya Gerakan Masyarakat Sehat) harus berjalan. Jangan sampai ada masyarakat Kota Tasikmalaya yang ditolak ketika membutuhkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Tak hanya infrastruktur, peningkatan SDM pun menjadi perhatian serius. RSUD Kota Tasikmalaya tengah berupaya meningkatkan kompetensi tenaga medis dan nonmedis yang ada.

Beberapa dokter telah disekolahkan kembali untuk mendalami sub-spesialisasi, sebagai bagian dari peningkatan layanan.

“Sebagai RS tipe B, sudah sewajarnya kompetensi tenaga kesehatan kami harus lebih unggul. Meski masih ada keterbatasan, kami berproses. Baik dari sisi sarana prasarana maupun pengembangan SDM,” jelasnya.

RSUD Kota Tasikmalaya saat ini terus melakukan perbaikan secara bertahap. Salah satunya melalui pembenahan fasilitas rawat inap yang mengacu pada 12 kriteria standar, mulai dari tata ruang hingga pencahayaan.

“Kami manfaatkan hasil pendapatan rumah sakit untuk renovasi bertahap. Tahun ini baru satu lantai yang selesai direnovasi. Tapi dari sisi layanan, loyalitas dan komitmen kami untuk melayani masyarakat tetap kami kedepankan,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *