Tasikmalaya, kamarang.id | Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melalui online banyak dikeluhkan wali murid calon peserta didik.
SPMB tahap 1 yang dibuka 10-16 Juni 2025, masih menghadapi banyak kendala, seperti susah teruploadnya berkas saat finishing.
“Ya saya kemarin coba di sekolah tempat anak saya daftar, tapi malah penuh dan loading, coba mandiri di rumah, pas finishing tidak muncul nomer pendaftarannya,” terang salah satu wali calon murid di salah satu sekolah menengah di kota Tasikmalaya, Rabu 11 Juni 2025.
Ia membandingkan masa sekolah dirinya dulu yang cukup datang ke sekolah isi formulir, simpan berkas lalu nunggu pengumuman penerimaan.
“Dulu mah cukup datang ke sekolah, isi formulir, kasihkan berkas sudah tinggal nunggu pengumuman. Sekarang mah aduh malah ribet begini,” tambahnya.
Hal yang sama juga diungkapkan salah satu panitia penerima siswa baru di salah satu sekolah SMK Negeri di Kota Tasikmalaya.
Ia menceritakan dalam daftar online masih terkendala dengan server yang lelet dan memakan waktu lama.
“Mungkin banyak yang daftar dan menggunakan diwaktu yang sama, jadi lama,” terangnya.
Ia mengatakan pihak sekolahnya mensiasatinya dengan mengaupload berkas di jam waktu tertentu seperti di jam 5 sore sampai jam 8 malam.
“Biasanya jam segitu penggunanya sudah berkurang, tapi laporan dari operator, masih sama saja loading,” katanya.
Namun dibalik itu semua, ditakutkan ada praktek calo atau pungli, mengingat tidak semua orang tua melek teknologi komputerisasi, meski dunia gadget sudah tidak asing lagi. (***)











