Daerah

Tokoh Ulama Tasikmalaya Ajak Masyarakat Waspadai Maraknya Miras di Malam Takbiran

249
×

Tokoh Ulama Tasikmalaya Ajak Masyarakat Waspadai Maraknya Miras di Malam Takbiran

Sebarkan artikel ini
Tokoh Ulama Tasikmalaya Ajak Masyarakat Waspadai Maraknya Miras di Malam Takbiran
Tokoh Ulama Tasikmalaya Ajak Masyarakat Waspadai Maraknya Miras di Malam Takbiran

Tasikmalaya, kamarang.id | Memasuki 10 hari terahir bulan ramadhan, Tokoh Ulama Tasikmalaya KH Yan-yan Al Bayani S.Kom.I ,M.Pd mengajak umat Islam untuk lebih meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Alloh.

“Biasanya di 10 hari terahir bulan Ramadhan, muncul fenomena yang kurang baik. Umat lebih semangat berkumpul di mall mall berburu baju lebaran, ketimbang memakmurkan mesjid mesjid di lingkungannya dengan ibadah Tarowih dan tadarus Qur’an. Seyogianya fenomena seperti ini jangan dipertahankan, justru di 10 terahir bulan ramadhan, Nabi menganjurkan ummatnya lebih meningkatkan ibadah,” tegasnya, Rabu 12 Maret 2026.

Ulama yang dikenal tegas ini pun menambahkan, terlebih di malam takbiran, ia mengajak umat Islam untuk lebih memilih berkumpul di mesjid mesjid mengumandangkan takbir, mengagungkan sang Kholiq, dari pada berkeliaran apalagi konvoi kendaraan yang ujung ujungnya rentan dengan tindak kejahatan dan kriminalitas.

“Ada yang ironis terjadi di sebagian masyarakat kita, malam takbiran yang semestinya menjadi moment bersyukur dengan mengagungkan nama Alloh, malah oleh sebagian warga dijadikan moment berkumpul sambil mabuk mabukan.” ungkapnya.

Tentu hal ini terang Dia, mesti diwaspadai bersama oleh semua pihak
Waspadai meningkatnya peredaran miras di malam takbiran, yang biasanya justru peredarannya mengalami peningkatan di malam yang seharusnya jadi malam puncak ibadah pasca selesainya ramadhan.

Ia pun berharap Aparat kepolisian dan Sat Pol PP meningkatkan operasinya ke titik titik penjualan miras jauh jauh hari sebelum hari raya idul Fitri.

“Agar moment sakral di malam takbiran tidak dinodai dengan pesta miras oleh segelintir warga yang mengotori kota santri, tegas aktifis Islam yang juga Pimpinan Ponpes Miftahulhuda Jarnauziyyah Mangkubumi. (Dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *