Daerah

Menu MBG Nasi Goreng Bikin Anak Muntah Muntah, Hingga Dilarikan ke RS 

299
×

Menu MBG Nasi Goreng Bikin Anak Muntah Muntah, Hingga Dilarikan ke RS 

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Dugaan keracunan akibat menyantap Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali terjadi.

Kali ini belasan siswa Sekolah Dasar Negeri Margamulya di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, didera keracunan makanan, Jumat (17/10/25).

Gejala keracunan yang dialami para siswa tersebut diantaranya gejala mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi pembagian menu Makan Bergizi Gratis.

“Tadi itu sekitar pukul 8, para siswa mendapat pembagian menu MBG, lalu memakannya bersama sama,”kata Edi Mulyadi yang merupakan Guru Sekolah Dasar Negeri Margamulya, Jumat (17/10/25).

Edi menambahkan, menu MBG yang disajikan yaitu berupa nasi goreng, ayam goreng, lalapan, dan jeruk.

Namun Selain tercium bau, nasi gorengnya sudah lengket. Beruntung baru siswa kelas 3, 4 dan 5 yang konsumsi menu ini.

“Waktu kami cium Aroma nasi gorengnya udah agak bau dan lengket, begitu juga kata anak anak katanya aromanya agak bau. Tapi ada beberapa anak yang sudah memakannya,” Kata Edi.

Namun berselang setengah jam setelah makan, mulai banyak anak anak yang tiba tiba muntah muntah, melihat hal tersebut pihak sekolah pun dengan cepat melarang anak anak melanjutkan makan

Petugas sekolah langsung menghubungi puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Para siswa yang mengalami gejala keracunan dievakuasi ke mushala sekolah untuk diperiksa oleh petugas medis.

“Kami langsung menghubungi puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk meminta bantuan. Anak anak ditangani di Mushola alhamdulillah membaik,” tambah Edi.

Berdasarkan data ada 13 orang yang mengalami gejala keracunan. Ke 13 orang siswa tersebut masing masing Kelas VI 6 orang, klas IV 5 orang dan klas V 2 orang.

Namun berdasarkan informasi dari ke 13 orang tersebut satu diantaranya di larikan ke RS SMC.

“Iya ada satu orang atas nama Hafiza kelas VI, di. Bawa ke RS SMC,” Katanya.

Korban di larikan ke RS karena menurut petugas, setelah mendapat perawatan medis di sekolah, ketika pulang sampai rumah malah terus muntah muntah dan mengeluh sakit perut hingga diare.

Untuk menghindari hal yang tak di harapkan maka orang tuanya membawa anaknya ke RS SMC.

Polres Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan investigasi.

Sampel makanan diambil dari sekolah serta tempat satuan pelayanan pemenuhan gizi untuk diperiksa. Pihak sekolah, SPPG, dan siswa sudah dimintai keterangan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *