Olahraga

Meski Tanpa Dukungan Walikota Tasikmalaya, Uji Tanding Pertina Berjalan Lancar

135
×

Meski Tanpa Dukungan Walikota Tasikmalaya, Uji Tanding Pertina Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Pertina Kota Tasikmalaya, menggelar Kejuaraan Tinju Pertina Exhibition Match semi Jawa Barat, 18-19 Oktober 2025 di Lapangan Alun Alun Dadaha d Tasikmalaya.

Kejuaraan yang dipersiapkan selama 4 bulan kebelakang tersebut berjalan lancar dan sukses, namun meski dirangkaikan dengan hari ulang tahun kota Tasikmalaya, tetapi masih belum dapat perhatian dari Pemkot.

“Prepare kita 4 bulan kebelakang dengan koordinasi dengan Dispora dan Koni dan Alhamdulillah bisa masuk dalam rangkaian acara hari ulang tahun Kota Tasikmalaya yang ke 24,” kata Apih Jono, ketua panitia kejuaraan.

Peserta sendiri, lanjut Apih, semi Jabar karena kalo prioritaskan Se Jabar waktunya tidak mungkin satu hari makanya ambil semi Jabar dan dengan peserta dari luar Kota Tasikmalaya.

“Yang jelas sesuai dengan kuota awalnya 80 partai tapi ini over load tapi Alhamdulillah kita bisa laksanakan makanya dari hari kemarin kita adakan eksebisi,” tambahnya.

Adapun kelasnya sendiri, terangnya, ada Pra junior, Junior sampai elit begitu juga dengan yang lintas di kasih spot biar sinergis.

Meski tidak ada perhatian dari pemerintah kota, kejuaraan tersebut berjalan lancar tidak ada kendala.

“Hanya kalau Dispora dan KONI itu kan sebagai stakeholder cabor, Alhamdulillah sangat support namun untuk walikota sendiri kita sudah dua kali mengajukan surat tapi sampai saat ini belum bisa ketemu, entah kenapa,” katanya sambil bertanya.

Acara ini juga merupakan uji tanding untuk Porda nanti dan yang lebih esensi nya bagi pra junior dan junior ini salah satu untuk mengasah dan menguji mental.

Namun, sulitnya akses dan minimnya respons dari Walikota dikhawatirkan dapat memadamkan semangat pembinaan dan mengabaikan potensi atlet-atlet yang telah berjuang mengharumkan nama kota.

Warga dan komunitas olahraga berharap Pemkot Tasikmalaya segera mengevaluasi kebijakan komunikasi dan dukungan mereka terhadap cabang-cabang olahraga, agar prestasi yang dibangun dengan mandiri tidak terhenti hanya karena alasan sulitnya silaturahmi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *