Tasikmalaya, kamarang.id | Paska terjadinya keracunan asap genset yang terjadi di SPPG dapur Kecamatan Taraju. Pihak SPPG langsung bertindak dengan memindahkan posisi penempatan genset yang semula berada di dalam ruang ke luar ruangan.
“Iya hari ini kami melakukan pemindahan posisi genset yang semula berada di dalam ruangan ke luar,” Kata Dadan penanggung jawab SPPG Taraju saat di hubungi Kamis 23 Oktober 2025.
Posisi genset yang semula berada di area tempat pengolahan sayur yang akan diolah menjadi menu MBG, kini dipindahkan ke luar ruangan atau tepatnya ditempelkan di tembok bangunan bagian luar.
Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi terjadinya peristiwa keracunan asap genset yang terjadi dua hari lalu
“Tadinya juga memang sudah kita rancang untuk disimpan diluar, namun karena faktor keamanan. Sehingga kita posisikan di dalam ruangan,” kata Dadan.
Pemakaian genset sendiri tambah Dadan hanya digunakan sekali kali itu juga jika terjadi pemadaman listrik.
“Di wilayah kecamatan Taraju memang sering sekali mengalami Pemadaman Listri, bahkan pada hari kejadian juga tepat pada malam Rabu malam sejak pukul 16.00 itu terjadi pemadaman, listrik sampai lima jam” Terang Dadan.
Diberitakan sebelumnya, tiga orang karyawan SPG mengalami keracunan asap genset yang berada di dalam ruangan dapur MBG SPPG di Desa Raksasari, Kecamatan Taraju.
“Benar ada tiga orang yang dilarikan ke layanan medis, dugaan memang keracunan gas karena di dapur menyalakan genset,” kata Kapolsek Taraju, Iptu Ali Mustafa pada media, Rabu 22 Oktober 25.
Tiga orang karyawan masing masing Dina, Susanti dan Sifa Nurhamidah. Mereka alami sesak nafas, pusing hingga hilang kesadaran.
Kepala Puskesmas Taraju, Ayi Rusmana menyebut para korban diduga menghirup gas beracun dari pembakaran genset di dapur SPPG.
“Itu karena listrik sering mati kebetulan matinya dari sore. Nah genset disimpan didalam jadi asap gak keluar walaupun pintu dibuka kalau angin berputar didalam hingga timbul kan sesak,” Kata Ayi Rusmana. (Adj)









