Daerah

Warga Berinisial IS Diduga Jadi Korban Penipuan Proyek PJU-TS Hingga Ratusan Juta

584
×

Warga Berinisial IS Diduga Jadi Korban Penipuan Proyek PJU-TS Hingga Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini
Warga Berinisial IS Diduga Jadi Korban Penipuan Proyek PJU-TS Hingga Ratusan Juta
Warga Berinisial IS Diduga Jadi Korban Penipuan Proyek PJU-TS Hingga Ratusan Juta

PANGANDARAN, kamarang.id | IS warga asal Sumatera Selatan, diduga menjadi korban penipuan dengan modus tawaran pekerjaan proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di wilayah Pangandaran. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian lebih dari Rp200 juta.

IS menceritakan bahwa kasus tersebut bermula dirinya ditawari pekerjaan proyek swakelola PJU-TS oleh seseorang berinisial S.

“Kemudian saya diajak ke Jakarta untuk bertemu dengan dua orang berinisial J dan WT. Setelah melakukan pertemuan dan pembicaraan, kami pun berangkat menuju Kabupaten Pangandaran,” kata IS kepada wartawan melalui sambungan telefon selulernya, Rabu 22 Oktober 2025.

Setibanya di Pangandaran, sambung IS, dirinya dipertemukan dengan seseorang berinisial WHY yang juga mengaku sebagai Ketua KNPI Kabupaten Pangandaran.

“Dalam pertemuan tersebut, WHY bersama J dan WT menjelaskan mengenai proyek yang dimaksud, dengan komitmen dana sebesar Rp200 juta,” ujarnya.

Tepat pada Minggu, 7 Juli 2025, IS diajak melakukan survei ke Desa Cimindi dan Desa Cigugur. Di sana, mereka bertemu langsung dengan para kepala desa dan meninjau lokasi yang disebut sebagai titik pemasangan PJU-TS.

“Mereka mengklaim bahwa proyek tersebut merupakan kontrak swakelola dari kepala desa dengan sumber dana dari Kementerian Desa (Kemendes),” kata IS menirukan ucapan yang didengar saat pertemuan.

Setelah dilakukan penandatanganan kontrak kerja pada Senin, 8 Juli 2025,. Setelah itu, IS pun kembali melakukan survei lokasi bersama kepala desa untuk memastikan titik pemasangan.
Namun, usai kegiatan tersebut, para pelaku mulai meminta uang untuk diserahkan kepada kepala desa dan pihak lain terkait.

“J, WT, serta WHY memastikan bahwa pekerjaan akan dimulai pada 24 Juli 2025. Namun, mereka kembali meminta saya untuk mentransfer sejumlah uang melalui S dan WT ke rekening J. Dengan keyakinan bahwa proyek akan segera berjalan, saya pun akhirnya mengirimkan dana tersebut. Namun hingga kini pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi,” sesalnya.

Merasa tertipu, IS berencana menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus ini agar tidak menimpa korban lain di kemudian hari.

“Saya sudah sabar menunggu itikad baik mereka, namun sampai sekarang tidak ada kepastian, bahkan menurut info uang saya yang untuk proyek PJU-TS itu digunakan ke proyek batu bolder,” tandasnya.

Guna Keberimbangan Berita. awak media pun berusaha melakukan konfirmasi kepada WHY dnegan cara menghubunginya via sambungan telafon WhatsApp, namun hingga saat ini belum ada tanggapan serta pernyataan resmi terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan penipuan proyek PJU-TS. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *