Tasikmalaya, kamarang.id | Di usia yang baru menginjak 6 tahun, Reika Amaira Reimundo, siswi Global Inbyra School, Tegal, telah mengukir prestasi luar biasa.
Ia menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang internasional bergengsi World Mathematics Invitational (WMI) yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada 27–29 Juli 2025, dan diikuti oleh pelajar dari 23 negara.
Reika adalah putri dari pasangan Raynaldo Ferrari Reimundo dan Reni Nurani, dan lahir di Kota Tasikmalaya pada tahun 2018.
Di usianya yang sangat belia, ia berhasil menembus seleksi nasional dan tampil sebagai peserta kategori Kindergarten (TK) dalam kompetisi matematika kelas dunia tersebut.
Tentang WMI
World Mathematics Invitational (WMI) merupakan ajang kompetisi matematika internasional yang mempertemukan siswa-siswa berprestasi dari berbagai negara untuk menguji kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang menantang dan kompleks.
Berikut adalah beberapa hal penting mengenai WMI:
* Tingkat Kompetisi: Diikuti oleh siswa dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.
* Format: Terdiri dari beberapa babak, termasuk tes tertulis individu dan/atau kompetisi tim.
* Tujuan: Mendorong kecintaan pada matematika, mengasah logika dan analisis, serta membangun jembatan budaya antarnegara melalui pendidikan.
* Seleksi: Peserta dipilih melalui proses seleksi nasional yang ketat, sehingga hanya siswa dengan prestasi luar biasa yang dapat mewakili negaranya.
Reika, Harapan Kecil dari Tanah Priangan
Kisah Reika menjadi bukti nyata bahwa talenta anak-anak Indonesia dapat bersinar hingga ke panggung global. Lahir dan besar dari keluarga sederhana di Tasikmalaya, Reika menunjukkan semangat belajar tinggi sejak dini, terutama dalam bidang matematika.
“Saya melihat Reika menikmati soal-soal logika seperti permainan. Ia sangat antusias jika diberikan tantangan berhitung,” ungkap sang ibu, Reni Nurani.
Tak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan keluarganya, keikutsertaan Reika dalam WMI 2025 menjadi simbol semangat generasi baru Indonesia yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menembus batas-batas dunia.
Dari Kota Kecil untuk Dunia
Di tengah dominasi peserta dari negara-negara maju seperti Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok, Singapura, hingga Amerika Serikat, kehadiran Reika menjadi representasi penting bahwa anak-anak Indonesia dari daerah pun memiliki kapasitas untuk bersaing secara global.
Kepala sekolah Global Inbyra School menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini.
“Reika adalah inspirasi bahwa pendidikan yang penuh dukungan dan kehangatan bisa mencetak generasi luar biasa, bahkan dari usia dini,” ujarnya.
Inspirasi bagi Generasi Indonesia
Partisipasi Reika dalam WMI tidak hanya tentang angka, soal, atau medali. Ini tentang harapan baru: bahwa pendidikan Indonesia, jika dibina dengan baik sejak usia dini, dapat melahirkan pemikir-pemikir masa depan.
Reika membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari tangan-tangan kecil, dan bahwa anak-anak Indonesia siap membawa nama bangsa ke level yang lebih tinggi—dengan ilmu, logika, dan integritas. (Red)











