Ekonomi

Transaksi di JAYANTARA Piangan Timur Capai 1,4 Miliar, UMKM Harus Terus Naik Kelas

426
×

Transaksi di JAYANTARA Piangan Timur Capai 1,4 Miliar, UMKM Harus Terus Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Transaksi di JAYANTARA Piangan Timur Capai 1,4 Miliar, UMKM Harus Terus Naik Kelas
Transaksi di JAYANTARA Piangan Timur Capai 1,4 Miliar, UMKM Harus Terus Naik Kelas

Tasikmalaya, kamarang.id | Perhelatan JAYANTARA PRIANGAN TIMUR 2025 telah sukses menampilkan geliat UMKM sekaligus mendorong semangat ekonomi syariah dan digitalisasi yang inovatif.

Tidak hanya sebagai ajang pameran, JAYANTARA telah menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, karya, dan peluang, sehingga melahirkan optimisme baru bagi perekonomian Priangan Timur.

“Kita semua telah menjadi saksi bagaimana Jayantara bukan hanya sekadar acara, melainkan perayaan energi ekonomi dan kreativitas Priangan Timur,” terang Kepala KPwBI Tasikmalaya, Laura.

Laura mengungkapkan, lebih dari 24 ribu pengunjung hadir memenuhi arena, transaksi yang terjadi menembus Rp1,4 miliar, dan berbagai kerja sama bisnis terwujud, termasuk pembiayaan bagi lima UMKM binaan senilai Rp1,5 miliar.

“Bahkan, yang paling membanggakan, produk anyaman topi lokal berhasil menembus pasar internasional melalui business matching yang dilakukan dengan nilai ekspor mencapai Rp600 juta,” terangnya.

Pencapaian ini, lanjut Laura, bukan hanya deretan angka. Ia adalah cerita tentang bagaimana kepercayaan, kerja keras, dan sinergi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Priangan Timur.

“Jayantara tahun ini menghadirkan nuansa yang berbeda. Kita tidak hanya melihat deretan stan UMKM, tetapi juga menyaksikan ruang kolaborasi di mana ide-ide besar bertemu dengan peluang nyata,” ungkapnya.

Dalam gelaran JAYANTARA tersebut, Kreativitas mengalir begitu deras, dari kuliner lokal yang disajikan penuh inovasi, pertunjukan musik dan stand up comedy yang menghibur, hingga parade fesyen yang menunjukkan wajah baru modest fashion Priangan Timur.

Semangat ekonomi syariah pun semakin kuat melalui lomba dakwah, konten kreatif, dan Olimpiade Ekonomi Syariah Priangan Timur. Bahkan kepedulian terhadap keberlanjutan turut hadir lewat lomba daur ulang dan karya infografis tentang ekonomi hijau.

Tidak hanya menampilkan geliat UMKM dan kreativitas, semangat sinergi antar-lembaga dan komunitas juga hadir nyata melalui berbagai kegiatan kebersamaan.

Di antaranya, Gowes BMPD Priangan Timur yang melibatkan perbankan sekaligus diiringi dengan program beasiswa, serta donor darah PMI sebagai wujud kepedulian sosial bagi masyarakat.

Selain itu, berbagai games dan sport activity turut mempererat silaturahmi seluruh warga dan komunitas.
Sementara itu, desa wisata juga mampu memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif dan potensi pariwisata daerah, menambah semarak JAYANTARA 2025 sebagai perayaan bersama seluruh lapisan masyarakat.

Semua ini memberi pesan penting: Jayantara adalah wadah yang menyatukan ekonomi, budaya, keberlanjutan, dan kreativitas, untuk menyalakan optimisme bersama.

“Hari ini kita menutup Jayantara 2025. Namun sesungguhnya, semangat Jayantara baru saja dimulai. Semangat ini harus terus kita hidupkan,” terangnya.

Laura berpesan UMKM kita harus terus naik kelas dan mampu bersaing hingga pasar global, Ekonomi syariah harus tumbuh lebih inklusif sebagai fondasi keberkahan. Digitalisasi harus kita dorong agar UMKM semakin tangguh menghadapi era baru, dan kita semua perlu menjaga keberlanjutan melalui ekonomi hijau.

“Jika semangat ini kita jaga bersama, Priangan Timur akan semakin berdaya saing, bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di tingkat nasional bahkan global,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *