Daerah

Tenun Bulu Motif Turih Pecahkan Rekor Muri di Acara “Ngalanglang Taraju”

454
×

Tenun Bulu Motif Turih Pecahkan Rekor Muri di Acara “Ngalanglang Taraju”

Sebarkan artikel ini
Tenun Bulu Motif Turih Pecahkan Rekor Muri di Acara "Ngalanglang Taraju"
Tenun Bulu Motif Turih Pecahkan Rekor Muri di Acara "Ngalanglang Taraju"

Tasikmalaya, intiraya.com | Tenun Bulu Motif Turih Wajit sepanjang 260 meter, hasil karya kelompok Tenun Sutera Sabilulungan, berhasil memecahkan rekor MURI.

Pemecahan rekor ini berlangsung dalam acara “Ngalanglang Taraju” di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (08/12/24).

Bank Indonesia Tasikmalaya menginisiasi acara tersebut. Dimana acara tersebut diharapan menjadi platform memperkenalkan potensi wisata Desa Taraju.

Selain itu, diharapkan juga mampu mendorong Kabupaten Tasikmalaya menjadi destinasi unggulan yang dikenal di seluruh Nusantara, bahkan dunia.

Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri mengatakan, pengembangan sektor pariwisata merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah.

Menurutnya, selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga berkontribusi pada pelestarian budaya dan lingkungan.

Ia menerangkan, Prestasi nasional untuk wisata Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2023 menunjukkan kontribusi pariwisata sebesar 3,9 persen terhadap PDB, dengan 11,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara yang melampaui target.

“Kabupaten Tasikmalaya sendiri mencatat pertumbuhan positif dengan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang meningkat signifikan. Wilayah Kabupaten Tasikmalaya turut menunjukkan perkembangan positif di sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.114 orang, meningkat signifikan sebesar 111 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Adapun total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai 898 ribu, mencatat pertumbuhan sebesar 23,68% persen dibandingkan tahun 2022.

Angka-angka ini terang Laura, mencerminkan potensi besar Kabupaten Tasikmalaya untuk terus mengembangkan sektor pariwisatanya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah.

Pilar Penting

Bank Indonesia memandang sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penting untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Desa Taraju, sebagai desa binaan, telah menunjukkan potensi luar biasa melalui inovasi digital dan keberhasilannya meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023. Pengembangan desa wisata ini diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal,” tambahnya.

Dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan, pendekatan 3A2P menjadi kerangka utama yang diterapkan. Atraksi berupa keunikan budaya lokal, lanskap alam yang memukau, serta tradisi turun-temurun terus dikembangkan untuk menarik wisatawan.

Aksesibilitas difokuskan pada peningkatan infrastruktur transportasi agar destinasi dapat dijangkau dengan mudah. Amenitas, seperti fasilitas penginapan, kuliner, dan pusat informasi, dipastikan memenuhi standar kenyamanan wisatawan.

“Promo baik melalui media digital maupun konvensional, dirancang secara kreatif untuk meningkatkan visibilitas destinasi. Terakhir, Partisipasi masyarakat lokal menjadi elemen kunci yang tidak hanya menggerakkan roda pariwisata tetapi juga menciptakan rasa memiliki dan manfaat ekonomi langsung bagi komunitas,” ujarnya.

Rangkaian acara “Ngalanglang Taraju” menggabungkan unsur olahraga, seni, budaya, dan inovasi, menciptakan pengalaman yang kaya dan berkesan. Kegiatan seperti Fun Run sejauh 4,7 kilometer yang mengelilingi keindahan alam Desa Taraju menjadi salah satu daya tarik utama.

Selain pemecahan rekor MURI terdapat juga pameran UMKM yang memamerkan produk unggulan daerah, sosialisasi program Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS, serta pagelaran seni dan budaya lokal menjadi elemen penting yang memperkaya acara.

Termasuk berbagai potensi unggulan Priangan Timur ditampilkan kepada para investor dan pembeli potensial, dengan harapan terjalinnya kerja sama baik dalam negeri maupun luar negeri, serta terbukanya peluang ekspor produk unggulan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *