Tasikmalaya, intiraya.com | Usai mengelar silaturahmi bersama, sejumlah ormas islam yang terdiri dari Nahdatul Ulama, Almumtaz, Brigade Thaliban, Persis, Muhamadiyah dan OKP yang ada di Kota Tasikmalaya, sepakat perangi penyakit masyarakat.
Silaturahmi yang digelar di kantor PCNU jalan Dokter Sukarjo Kota Tasikmalaya, Selasa 19 November 2024 tersebut melahirkan kesepakatan bersama.
Yakni sebuah penegasan kepada Pemerintah kota Tasikmalaya dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas dalam memberantas kejahatan dan penyakit masyarakat yang kerap kali menimbulkan keresahan di masyarakat.
Para tokoh menilai, sejumlah kasus kriminalitas yang berujung pada tindak pidana baik itu pembunuhan maupun penyakit masyarakat lainnya berawal dari pengaruh minuman keras yang kerap di jual bebas di seantero Kota Tasikmalaya, ini tentu sangat mengkhawatirkan semua pihak.
Pertemuan kali ini tindaklanjut dari pertemuan pekan lalu. PC NU Kota Tasikmalaya yang diwakili oleh KH Dudu Rohman S.Ag, M. Si, menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh Al-Mumtaz.
Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan langkah bersama dalam mengatasi permasalahan yang mencoreng identitas Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri.
Poin Kesepakatan
Hasil dari musyawarah ini adalah terciptanya beberapa poin kesepakatan, termasuk penyusunan fakta integritas untuk memperkuat penegakan hukum terhadap penjual miras dan pelaku kegiatan yang mencederai nilai-nilai religius kota ini.
Fakta integritas ini juga menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, ormas, dan masyarakat untuk menjaga marwah Kota Tasikmalaya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
“Alhamdulillah pada pertemuan hari ini kita mendapatkan beberapa poin kesepakatan, yang mana dengan poin kesepakatan ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh aparat hukum dan instansi terkait,” ujar KH. Dudu Rohman S.Ag, M.Si selaku Ketua PC NU Kota Tasikmalaya.
Hal senada disampaikan sekretaris Almumtaz ustad Abu Hazmi yang lebih menekankan agar peranan pemerintah untuk lebih serius dalam menangani sejumlah temuan dari ormas islam terkait peredaran miras di wilayah Kota Tasikmalaya.
“Tentu saja kami berharap agar pemerintah betul betul serius menanagani pekat ini, karena ini adalah tanggung jawa bersama tak hanya ormas islam saja apalagi menjelang tahun politik ini. Kami berharap semuanya kondusif dan tidak lagi diketemukan peredaran bandar miras yang selalu terdeteksi oleh ormas islam dalam beberapa pekan terakhir ini” ujarnya.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, H. Iip Samsul Arif, M.N., juga memberikan dukungan penuh terhadap fakta integritas tersebut.
“Kami sangat sepakat dengan poin-poin dalam fakta integritas ini. Selain itu, kami juga ingin menambahkan masalah korupsi di pemerintahan sebagai salah satu isu yang perlu diperhatikan. Kami mengusulkan agar fakta integritas ini ditawarkan kepada para calon wali kota yang akan berkontestasi pada Pilkada tahun ini,” tegasnya.
Dan menangapi fakta integritas ini Pjs Sekda Kota Tasikmalaya Asep Gofarullah, yang sempat hadir dalam agenda tersebut menyambut baik saran serta masukan dari sejumlah alim ulama yang tergabung dalam berbagai ormas islam ini, pihaknya akan segera mengkaji dengan pihak terkait serta OPD lain dalam upaya pengimplementasian dari fakta integritas ini. (dzm)









