Ekonomi

Konveksi Trihidayah Bangkit Usai Pandemi, Serap Puluhan Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Warga

244
×

Konveksi Trihidayah Bangkit Usai Pandemi, Serap Puluhan Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Setelah sempat gulung tikar akibat pandemi COVID-19, Konveksi Trihidayah milik H. Toto Iskandar kini kembali bangkit dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Dusun Cihurip RT 03/01, Desa Batu Sumur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Usaha konveksi ini kini mempekerjakan sekitar 20 orang, terdiri dari 15 tenaga ahli yang dibagi ke dalam empat kelompok kerja (group), masing-masing terdiri dari tiga orang.

Unit produksi ini fokus membuat kaos dengan merek Kaos Sangsang serta pakaian dalam anak-anak, dengan kapasitas produksi mencapai 100 lusin per hari atau sekitar 1.800 lusin per minggu.

H. Toto Iskandar mengatakan, Harga produksi per lusin mencapai Rp1.700, sementara pendapatan per kelompok dapat mencapai Rp1,5 juta per minggu, tergantung volume dan kecepatan kerja.

Sebanyak 21 unit mesin jahit beroperasi aktif di workshop ini, mempercepat proses produksi dan meningkatkan efisiensi kerja.

Tak hanya menyerap tenaga kerja dari Desa Batu Sumur, Konveksi Trihidayah juga melibatkan warga dari desa-desa sekitar seperti Cihaur dan Kalimanggis.

Hal ini menjadikan usaha ini sebagai salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan. Ucapnya

Sementara itu, Salah satu pekerja, Ella, mengungkapkan bahwa dalam dua hari, kelompoknya bisa memproduksi hingga 150 lusin pakaian dalam anak-anak.

“Per minggu kami bisa menghasilkan antara satu hingga satu setengah juta rupiah per kelompok. Alhamdulillah, ini sangat membantu menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh pekerja lainnya, Ogi Saiful Anwar. Ia menyebutkan bahwa penghasilannya selama bekerja di Konveksi Trihidayah cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Dalam satu minggu, kelompok kami bisa menghasilkan hingga Rp1,5 juta. Otomatis ini sangat membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Melihat potensi yang terus berkembang, Konveksi Trihidayah ke depannya direncanakan akan menjalin kemitraan strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memperluas jangkauan produksi dan distribusi. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal berbasis desa yang berkelanjutan.

Kebangkitan Konveksi Trihidayah menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, kerja keras, dan kolaborasi antar warga serta lembaga desa mampu membalikkan keadaan pasca-pandemi.

Usaha ini juga menjadi contoh keberhasilan UMKM yang tumbuh dari desa dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar. (Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *