Daerah

Jumlah Siswa Keracunan MBG di Cipatujah Melonjak

309
×

Jumlah Siswa Keracunan MBG di Cipatujah Melonjak

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang terjadi di SMKN 1 Cipatujah pada Rabu 01 Oktober 2025, terus bertambah.

Dari semula hanya dialami oleh 14 orang siswa, hingga pukul 23.45, jumlahnya melonjak menjadi 89 orang siswa.

Sepanjang malam situasi disekitaran Puskesmas cipatujah terasa semakin mencekam, teriakan tangisan dari para keluarga korban menambah situasi makin menegangkan.

Belum lagi beberapa Mobil ambulan berseliweran keluar masuk halaman puskesmas.

Melonjaknya jumlah pasien tersebut, karena pada umunya ternyata saat berada di sekolah mereka tak merasakan gejala apapun, namun setelah para Siswa pulang ke rumah atau sekitar 3 sampai 5 jam setelah menyantap pembagian MBG, ternyata mereka merasakan gejala yang sama yaitu, sakit perut, mual, pusing muntah muntah hingga diare. Hingga akhirnya di bawa ke puskesmas.

“Waktu di sekolah mah, memang saya tidak merasakan apa apa, bahkan pada saat teman teman ada yang muntah muntah di sekolah hingga di bawa ke puskesmas pun saya masih biasa biasa saja,” kata Neneng salah satu korban.

Namun setelah di rumah, yang di perkirakan 5 jam setelah menyantap Sajian MBG, tiba tiba Neneng mengaku merasa pusing, sakit perut, mual hingga muntah muntah, bahkan sampai buang air besar lebih dari tiga kali.

“Abis solat magrib tiba tiba saya dengar anak saya kaya lagi Muntah Muntah, dan katanya perutnya terasa sakit, bahkan sampai keluar masuk kamar mandi lebih dari tiga kali” Kata orang tua Korban

Takut terjadi hal yang lebih parah lagi, maka. Orang tuanya pun memutuskan membawa anaknya ke puskesmas.

“Badan terasa lemas, kepala pusing, perut sakit bahkan sampai buang air besar sampai empat kali,” Tambah Neneng.

Pasien Membludak

Makin banyaknya pasien yang berdatangan membuat pihak Puskesmas kewalahan.

“Yang di tangani puskesmas, pasien yang kemarin saja, untuk Sisanya kami alihkan ke puskesmas terdekat, yaitu puskesmas Bantarkalong dan Culamega” Kata kepala Puskesmas Cipatujah Cucu anwar.

Sementara itu respon cepat di lakukan pemerintah kabupaten Tasikmalaya dalam menangani peristiwa dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG tersebut.

“Iya, saya dapat informasi katanya ada dugaan keracunan MBG di cipatujah, dan saat itu juga sudah saya perintahkan agar pihak pemerintah kecamatan terutama. Puskesmasnya untuk segera menangani peristiwa tersebut secara maksimal” kata Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari.

Bahkan untuk memastikan pelayanan yang maksimal, wakil bupati juga mengirimkan bantuan tim Medis dari dinas kesehatan kabupaten Tasikmalaya berupa mobil ambulan beserta petugas medis 119.

Saat dihubungi Kamis pagi, Wakil Bupati mengatakan sejak malam pihaknya terus memantau situasi dilapangan

“Alhamdulilah porkopimcam Cipatujah sudah bekerja dengan baik, sehingga semua siswa yang mengalami dugaan keracunan sudah tertangani dengan baik,” Kata Asep. (Adj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *