Daerah

Filosopi Angka 393 Kabupaten Tasikmalaya dan Makna dari“Nyorang Mangsa, Tasik Raharja”

175
×

Filosopi Angka 393 Kabupaten Tasikmalaya dan Makna dari“Nyorang Mangsa, Tasik Raharja”

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Dalam semangat menghormati warisan leluhur dan menatap masa depan yang penuh harapan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempersembahkan peringatan Hari Jadi ke-393 dengan tema “Nyorang Mangsa, Tasik Raharja”.

Sebuah filosofi yang merangkum daya tahan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman serta impian kolektif akan kesejahteraan yang berkeadilan.

Momentum bersejarah ini dirayakan tidak sekadar sebagai seremoni tahunan, namun sebagai pengingat jati diri dan napak tilas perjuangan yang telah berlangsung sejak 1632, tepat 26 Juli nanti.

Tema yang diusung tahun ini mengajak masyarakat untuk merenungi perjalanan dari masa kolonial hingga era digital, serta memperkuat akar spiritual dan budaya lokal yang telah membentuk karakter Tasikmalaya sebagai daerah yang religius, produktif, dan harmonis.

Visual Logo resmi Hari Jadi ke-393 syarat penuh makna menjadikan Masjid Agung Manonjaya sebagai pusat desain. Masjid ini tidak hanya menjadi mahakarya arsitektur klasik yang dibangun pada masa kolonial, namun juga menjadi simbol spiritual dan pusat peradaban Islam di Tasikmalaya.

Keberadaannya merepresentasikan keteguhan iman, semangat kebersamaan, dan nilai-nilai luhur yang terus hidup dalam masyarakat.

Angka 393 dalam logo dipresentasikan dengan filosofi warna dan bentuk yang mencerminkan nilai dan potensi daerah:

– Angka 3 (Hijau):
Menggambarkan kekuatan agraris sebagai tulang punggung ekonomi lokal, serta kejayaan Islam sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

– Angka 9:
Dirancang dalam bentuk spiral, melambangkan waktu yang dinamis dan semangat adaptif warga Tasikmalaya dalam menghadapi tantangan global.

– Angka 3 (Biru):
Menyiratkan kedamaian dan kekayaan alam seperti sungai, danau, hingga garis pantai yang menjadi daya tarik wisata unggulan dan kebanggaan lokal.

Makna Tema: “Nyorang Mangsa, Tasik Raharja”

“Nyorang Mangsa” adalah ekspresi dari semangat masyarakat yang terus menapaki setiap fase sejarah dengan keteguhan dan nilai luhur, termasuk dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Sementara “Tasik Raharja” menjadi cita-cita besar untuk menciptakan masyarakat Tasikmalaya yang adil, makmur, dan harmonis dalam keragaman.

Peringatan ini menjadi momentum reflektif sekaligus afirmatif untuk menyatukan visi dan energi masyarakat dalam membangun Kabupaten Tasikmalaya yang berdaya saing tinggi, tetapi tetap berpijak pada nilai spiritual dan budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda, tokoh agama, pelaku ekonomi, dan komunitas budaya, untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik balik menuju pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan gotong royong. Sebagai wujud nyata sinergi masyarakat dalam memperkuat identitas Tasikmalaya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *