Nasional

Explore Wisata di Magelang Naik VW, Wisatawan Tasik : Tasikmalaya Punya Potensi yang Sama

113
×

Explore Wisata di Magelang Naik VW, Wisatawan Tasik : Tasikmalaya Punya Potensi yang Sama

Sebarkan artikel ini

Intiraya, Magelang | Sejumlah Wisatawan asal Priangan Timur sangat antusias mengikuti Fildtrip keliling kawasan wisata Kabupaten Magelang menggunakan Mobil Volkswagon (VW), Kamis (26/09/24) lalu.

Para wisatawan diajak keliling melihat serta menjajal berbagai sajian wisata yang ada di Kabupaten Magelang seperti Bale Ekonomi Desa (Balkondes), produsen kopi luwak Pawon, pembuatan batik tulis serta peternak lebah.

Ada juga musium mobil jadul yang sudah rusak tapi tertata rapih, seperti mobil vw, fiat, yang memang di simpan untuk dijadikan spot photo bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Selama perjalanan, para wisatawan dipandu serta diberikan informasi terkait apa pungsi Balkondes dan juga proses pembuatan kopi luwak, batik serta madu lebah.

Balai Ekonomi Desa (Balkondes) merupakan sebuah program bentukan BUMN yang akan dimanfaatkan sebagai sebuah etalase bagi perekonomian daerah. Balkondes akan memberikan ruang bagi pemerintah desa maupun masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di desa.

Balkondes terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah tidak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Terletak diantara desa desa yang memiliki hamparan sawah yang luas dan juga pegunungan.

Ian, salah satu wisatawan yang ikut rombongan wisatawan Priangan Timur mengatakan, potensi yang ada di Magelang tersebut sebenarnya bisa diaplikasikan di wilayah priangan timur, khususnya di Tasikmalaya.

Ian mengungkapkan, potensi yang ada di Tasikmalaya terutama di Kabupaten Tasikmalaya tidak jauh berbeda dengan di Magelang.

Potensi Kearifan Lokal Tasikmalaya

Menurutnya, Tasikmalaya memiliki banyak potensi seperti pegunungan, laut, pertanian juga hotel hotel yang terletak di Kota Tasikmalaya.

“Bagus juga konsep dan aplikasinya, kayaknya bisa diterapkan di Tasikmalaya terutama kabupaten yang memiliki potensi pegunungan, lautan juga sawah sawah,” ujar Ajay.

Meski di Kabupaten Tasikmalaya masih memiliki kendala seperti banyakna jalan yang rusak, namun menurut Ian hal tersebut seharusnya menjadi inovasi dan bisa memanfaatkan potensi yang ada seperti ojeg palang atau mobil jeep untuk mengangkut para wisatawan keliling desa.

“Kalau di sini (Magelang.red) keliling desa menggunakan VW karena memang jalannya bagus, di Tasikmalaya sebenarnya ada kearifan lokal seperti ojeg palang, atau bisa juga dengan komunitas jeep, kayaknya lebih menantang, tentunya dengan ketersediaan kearifan lokal lainnya seperti kopi yang ada di bawah kaki gunung galunggung dan juga pantai pantai,” ujarnya.

Selain kopi, Ian juga mengatakan, ada kebun teh yang sangat terkenal di Kabupaten Tasikmalaya yakni teh Taraju dengan hamparan kebun teh yang luas. Jika para masyarakat di Taraju mau menyediakan cara menikmati sajian teh khas Taraju kayaknya bisa lebih menarik minat wisatawan.

“Mudah mudahan dengan sekilas gambaran ini bisa menjadi inspirasi pengembangan potensi wisata wilayah Tasikmalaya, tentunya dengan didukung oleh kebijakan pemerintah setempat,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *