Daerah

Diduga Depresi, Yanto Warga Parungponteng Nekad Gantung diri

133
×

Diduga Depresi, Yanto Warga Parungponteng Nekad Gantung diri

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Di duga karena penyakit struknya tak kunjung sembuh, seorang pria warga kampung Derah Desa Karyabakti kecamatan Parungponteng nekat mengahiri hidupnya dengan cara gantungdiri.

Peristiwa gantung diri yang dilakukan Yanto (36) warga kampung Derah desa karyabakti kecamatan Parungponteng tersebut terjadi paca hari Minggu, 28;September 2025, ekitar pukul 12.10.

“Iya, ada korban meninggal karena gantungdiri” kata kasatreskrkm Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta saat di konfirmasi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Nurhasanah, yang merupakan tetangganya. Menurutnya, sebelumya korban sempat datang ke warungnya untuk membeli roko.

“Kurang lebih 30 menit sebelum kejadian dia datang ke warung saya membeli roko.” Kata Nurhasanah.

Setelah itu, tambah Nurhasanah dia lalu pulang ke rumahnya dan sekitar 30 menit Nurhasanah bermaksud mau mengangkat jemuran pakaian yang di jemur di belakang rumah korban.

Namun alangkah kagetnya ia manakala melihat tubuh Yanto sudah menggantung dengan leher terikat di tiang penyangga bangunan rumah

Melihat hal tersebut sontak Nurhasanah menjerit histeris hingga mengundang warga berdatangan.

Ketua Rt setempatpun langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas polsek Parungponteng.

Tak lama kemudian petugas dari polsek bersama tim medis tiba di Lokasi kejadian. Dan mengevakuasi tubuh korban yang masih menggantung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Medis yang di pimpin dr Dini Rahmawati pada tubuh korban menggantung dengan posisi kepala Menunduk.

Tubuh korban sudah kaku, bibir membiru, terdapat luka lecet pada leher yang diakibatkan jeratan kain samping. Namun tidak di temukan luka lain yang mencurigakan.

“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan tim Medis korban meninggal akibat gantung diri, dan dari ciri ciri yang di temukan pun sangat identik dengan orang yang meninggal akibat gantung diri, tida ada hal Lain yang mencurigakan,” kata Kasat.

Sedangkan mengenai alasan dia nekad melakukan hal tersebut, diduga karena depresi akibat penyakit struknya yang tak kunjung sembuh.

“Memang berdasarkan keterangan dari orang tuanya juga, korban ini sudah lama menderita penyakit struk, bahkan akibat penyakitnya tersebut, bicaranya pun menjadi tidak normal,” pungkasnya. (Adj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *