Kriminal

Coba Ingatkan Efek Miras, Guru Ngaji di Tasikmalaya Dikeroyok 5 pemabuk

133
×

Coba Ingatkan Efek Miras, Guru Ngaji di Tasikmalaya Dikeroyok 5 pemabuk

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, kamarang.id | Aksi kejahatan terkadang dipicu oleh pengaruh miras atau minuman keras, terutama anak anak muda. Bahkan tak jarang mereka melakukannya dengan sangat bengis.

Hal tersebut seperti yang dialami seorang guru ngaji di Tamansari. Rendi Alyansyah (20) Rois Pontren Miftahul Falah menjadi korban kekerasan lima pemuda yang dibawah pengaruh miras.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi di Kampung Kubang suka Sindang Reret Kelurahan Tamansari Kota Tasikmalaya, pada ahad dinihari sekira pukul 04.00 wib.

Usai pulang dari pengajian hisbah, Rendi bersama 4 orang santri yang masih kecil, mencoba untuk mengingatkan mereka dengan sopan agar menghentikan meminum minuman keras.

Menurut Rendi terlihat lebih dari 6 botol berjejer sudah dalam kondisi kosong sudah terminum dan ada botol masih terisi penuh.

“Terus kalo saya minum, naon masalah maneh (terus kalo saya minum apa masalah dengan mu) sambil memegang botol miras dan mencoba untuk menghajar saya,” ucap Rendi memperagakan para pemabuk tersebut.

Pakai Helm

Tak hanya disitu Rendi mengaku didorong dan digebuki, helm yang dia pakai pun dibuka paksa para pelaku dan dihajarkan ke mukanya.

Coba Ingatkan Efek Miras, Santri di Tasikmalaya Dikeroyok 5 pemabuk
Randi Guru Ngaji korban pengeroyokan

Saat itu, Rendi meminta kepada santri yang lain agar lari menyelematkan diri, sementara dia berupaya untuk melawan sendiri.

Kebetulan saat itu korban membawa korek api gas hasil dari rampasan di tempat lain saat para preman mengelar miras.

“Tadinya korek api gas ini mau saya serahkan ke Polsek Tamansari, sebagai barang bukti para preman yang sedang mabuk ditempat lain, nah saat saya di keroyok oleh mereka reflek saya meraba apa saja untuk mempertahankan diri saya nah yang saya pegang itu ya korek api gas itu, ya saya keluarkan, tapi rupanya mereka semakin beringas,” tambah Rendi

Akhirnya sejumlah warga yang kebetulan akan menjalankan sholat subuh melihat kondisi korban dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Dan melaporkannya ke pihak kepolisian sektor Tamansari.

Kapolsek Tamansari AKP Nuraini, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menimpa seorang santri diwilayahnya, dan melimpahkan kasus tersebut ke satreskrim Polres Tasikmalaya kota.

“Ya betul, dan kami limpahkan ke polres kota Tasikmalaya untuk penyidikan lebih lanjut ada di satreskrim,” ujarnya. (Dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *