Daerah

Bro Ron Sidak ke SMA 3 Kota Tasikmalaya, Kuak Pungli dan Pelecehan

513
×

Bro Ron Sidak ke SMA 3 Kota Tasikmalaya, Kuak Pungli dan Pelecehan

Sebarkan artikel ini
Bro Ron Sidak ke SMA 3 Kota Tasikmalaya, Kuak Pungli dan Pelecehan
Bro Ron Sidak ke SMA 3 Kota Tasikmalaya, Kuak Pungli dan Pelecehan

Tasikmalaya, kamarang.id | Kabar dugaan pungli jual beli kursi masuk sekolah, serta kasus pelecehan di SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya jadi sorotan Aktivis Nadiona Ronald A Sinada atau yang akrab disapa Bro Ron.

Guna memastikan hal tersebut, Bro Ron turung langsung ke Tasikmalaya. Ia mengatakan, kedatangannya itu atas laporan banyak siswa dari SMAN 3 ini.

“Kebetulan dari rekan kami se-organisasi memfasilitasi kedatangan kami bertemu dengan pengurus di Sekolah ini ternyata menghilang.” Ujar Bro Ron, Rabu 06 Agustus 2025.

Bro Ron mengungkapkan, laporan yang masuk ke dirinya dan teman temannya begitu banyak mengenai permasalaha di SMA Negeri 3 ini.

“Pungutan ini tidak resmi dengan modus pungutan komite, pungutan membeli kursi, uang masuk sekolah dan uang pembangunan,” ungkap Bro Ron seusai menemui pihak Sekolah Wakasek I & Humas.

Bro Ron melanjutkan, yang sangat memprihatinkan itu, selain pungli, kasus pelecehan juga ada di SMA Negeri 3 ini.

“Tadi saya tidak mengungkapkan hal itu karena orangnya tidak ada. mereka kita rapatkan yang disampaikan pada Wali Siswa ini kebutuhan selama setahun,” ungkap Bro Ron.

Sementara itu, Melalui juknis komite yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan kalau memang sudah tahu kebutuhan Sekolah, seharusnya komite sekolah mencari dana dari luar sekolah.

“Tugas komite itu mencari dana dari luar Sekolah, jangan mencari dana di dalam Sekolah,” cetus Bro Ron.

Bro Ron menegaskan, jika membutuhkan sumbangan itu biarkan orang tua siswa nyumbang semampunya, jangan dibagi rata.

“Biarkan orang tua siswa nyum’bang mau 100 ribu, 200 ribu ataupun 2 juta tapi jangan dibagi rata itu bukan sumbangan namanya. Jadi, kalau rata itu pungutan liar seperti preman terminal saja,” imbuh dia.

Demo

Bro Ron menyebut, Generasi Zaman Now sudah pintar-pintar. Ada apa-apa tinggal demo. Namun dia bilang jangan dulu karena masih mencoba menfasilitasinya.

“Kebetulan saya dari Jakarta jarak tempuh 6 jam itu masih dekat lah, kita kasih arahan selesaikan permasalahan ini yang lebih halus. Walaupun kita konfrontir ke Sekolah saya mengajak mereka (murid-red) agar lebih halus,” katanya.

Akan tetapi, apabila tidak mendapatkan keadilan hak mereka kalau mau demo.

Adapun menurutnya, terkait bukti-bukti transferan ke Komite nilainya sama berarti bukan sumbangan, bukti pembayaran ada yang dicicil kalau tidak sanggup dengan nilai tersebut dicicil dengan jumlah yang sama.

Kemudian, kata dia, ada juga bukti transferan ke rekening pribadi dengan modus memuluskan mendapatkan kursi saat pendaftaran yang nilainya belasan juta.

Sementara itu, Permintaan dari pihak Siswa dan orang tua, yakni uang mereka kembali. Kalau ada bukti pembayaran mereka minta uangnya kembali.

“Kalau tidak siap dikembalikan uang tersebut. Kami dengan LBH Sabat Law Firm siap ke Kejaksaan dan Inspektorat. Bahwa disini ada tindakan pungutan liar dan gratifikasi yang dilakukan oleh ASN,” ujarnya.

“Kebetulan Guru disini merupakan ASN Provinsi Jawa Barat kita akan laporkan. Nah, bedanya kita dari aktivis-aktivis lain. Yakni kita memiliki LBH Sabat Law Firm,” tegas dia.

Sidak Bro Ron hari ini diterima oleh Wakasek dan Humas SMAN 3 Kota Tasikmalaya. Dan saat dikonfirmasi Kepala Sekolah tidak ada ditempat dan sedang melaksanakan kegiatan lain. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *