Daerah

597 Siswa MtsN 3 Kota Tasikmalaya dapat Makanan Bergizi Gratis

133
×

597 Siswa MtsN 3 Kota Tasikmalaya dapat Makanan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
600 Siswa Mtsn 3 Kota Tasikmalaya dapat Makan Gizi Gratis
Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd Diki Chandra tengah berbincang dengan siswi mtsn 3 Kota Tasikmalaya/ist

Tasikmalaya, kamarang.id | Sebanyak 597 siswa Mts N 3 Kota Tasikmalaya, mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur umum Yayasan Rumah Berdikari Bersama, di Kampus Mts N3 Kota Tasikmalaya, Senin 19 Mei 2025.

Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, membuka acara launching MBG di Kampus Mts N 3 Kota Tasikmalaya, di Jalan
Nagarakasih, Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Diky menuturkan, program MBG ini bisa menumbuhkan perekonomian di wilayah setempat. Hal tersebut menurutnya sejalan dengan programnya yakni program PELAK yang bisa dimanfaatkan.

“Jadi kalau ada pengusaha ayam petelur di wilayah ini bisa dimasukkan kedalam program ini, sehingga ada perputaran ekonomi di wilayah ini dan bisa dirasakan langsung manfaatnya,” ungkapnya.

Kegiatan pembagian makanan bergizi gratis ini turut dihadiri oleh perwakilan pejabat dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya.

Pada pembagian makanan tersebut, tampak para siswa sangat antusias. Masing-masing perwakilan kelas mengambil makanan yang telah disiapkan panitia menggunakan tempat makan berbahan stainless steel.

Sementara untuk menu yang disediakan terdiri dari nasi, telur ayam, tumis buncis dengan wortel, tempe, dan buah pisang serta susu. Semua makanan tersebut dipastikan memenuhi standar gizi untuk mendukung tumbuh kembang para siswa.

Sementara, Anggota Komisi ll sekaligus pembina dapur MBG MTsN 3 Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi S.Pd menuturkan, sebanyak 4 ribu kuota yang dilayani dapurnya dikurang 10 persen ibu hamil, balita dan sisanya 3.600 kuota untuk siswa.

“Untuk 4.000 Kuota itu meliputi tiga Kecamatan diantaranya, Cibeureum, Tamansari dan Kawalu. Dalam aturan juknis radiusnya paling dekat dulu, maksimal radius 6 km atau jarak tempuhnya sekitar 20 menit,” ujarnya.

Sementara yang paling banyak menerima manfaat di Kersanagara, Kecamatan Cibeureum sebanyak 1.000 kuota, meliputi Raudhatul Athfal(RA), Madrasah ibtidaiyah (MI) dan MTsN 3. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *