Tasikmalaya, intiraya.com | Pasca mendapatkan laporan dari warga dan hasil dari investigasi selama beberapa hari di lapangan, akhirnya ormas islam behasil membongkar sindikat bandar ciu dan arak di sebuah perumahan Tepatnya Diperum Mega Mutiara, Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, pada Senin malam (28/10/24).
Ratusan ciu siap jual yang sudah terkumpul di dua drum besar, sementara lebih dari 5 karung berisi ciu siap olah berhasil diamankan oleh ormas islam.
Adalah Deriyanto (44) yang mengaku mengontrak baru 5 bulan di rumah ini, diyakini sebagai pemilik barang haram ini, dia mengakui bahwa barang haram tersebut di dapatkannya dari kota Banjar dan dia bersama sang istri menjualnya di kota tasik.
Umunya mereka yang membeli adalah dari kalangan anak anak muda yang sengaja datang ke rumahnya atau melalui COD.
“Saya baru lima bulan pak jualan ini, karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarga pak, dan pengurus RT RW disini tidak tau kalo saya berjualan minuman haram ini,” ungkapnya.
Meski berdalih baru lima bulan dan terdesak kebutuhan ekonomi, namun kami menduga Deri adalah sindikat pengedar ciu di kota Tasikmalaya.
Sejumlah warga yang melihat operasi tangkap tangan ormas islam di perum mereka pun sangat kaget melihat perum mereka justru adalah diduga sebagai pusat pengedar barang haram yang bisa merusak generasi muda kota Tasikmalaya.
Tak hanya di perum mega mutiara ormas islam juga berhasil menemukan ratusan tuak dan bberapa kemasan botol siap isi di sebuah rumah penduduk atas nama Ade (37) warga Cempaka warna kota Tasikmalaya.
“Pantesan kalo saya lewat dirumah ini selalu aja ada yang beli dengan kantong plastik besar, kami tidak tau yang dijualnya apa oh rupanya ciu ya pak,” ujar salah seorang warga yang minta namanya dirahasiakan.
Semntara para pengurus RT dan RW setempatpun mengaku kecolongan dengan adanya bandar ciu di perum mereka.
“Ini sangat memalukan di lingkungan kami. Kami akan rapat bersama ketua RT lain untuk membahas dan melakukan teguran keras kepada yang bersangkutqn,” ujar pengurus RW setempat.
Sementara, ustad Ucu selaku korlap aksi tangkap tangan barang haram ini, menegaskan bahwa segera setelah diketemukan minuman haram ini pihaknya langsung menghubungi satpol PP Kota Tasikmalaya untuk diserahkan ratusan barang bukti Ciu dan tuak tersebut.
“Biasanya kami selalu menumpahkan hasil operasi kami, namun karena ini di lingkungan perum jadi semuanya kami serahkan kepada Pol PP untuk menanganinya,” jelasnya.
Ditambahkan ustad Ucu bahwa pihaknya tidak akan pernah berhenti memerangi para bandar miras dan ciu serta arak yang mencoba untuk mengedarkan barang barang tersebut di kota Tasikmalaya.
“Sampai kapanpun kami akan perangi, karena khamer ini adalah awal atau sumber dari semua kejahatan dan kemaksiatan terutama merusak akhlaq generasi muda khususnya di kota santri ini,” pungkasnya. (Dzm)











