Daerah

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Dukung Pembatasan Internet untuk Lindungi Remaja dari Iklan Judi Online

328
×

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Dukung Pembatasan Internet untuk Lindungi Remaja dari Iklan Judi Online

Sebarkan artikel ini
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Dukung Pembatasan Internet untuk Lindungi Remaja dari Iklan Judi Online
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Dukung Pembatasan Internet untuk Lindungi Remaja dari Iklan Judi Online/dokpri

Tasikmalaya, intiraya.com | Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan dukungannya terhadap usulan pembatasan internet sebagai langkah konkret untuk melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya iklan judi online yang semakin marak di dunia maya.

Hal itu disampaikan kepada Anggota Komisi I DPR RI H Oleh Soleh di Rumah Aspirasi Tasikmalaya, Rabu 18 Desember 2024.

“Kami melihat bahwa iklan judi online telah menjadi ancaman serius yang dapat merusak moral dan masa depan anak-anak serta remaja. Langkah pembatasan internet, terutama untuk konten-konten berbahaya seperti ini, adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi penerus bangsa,” ujar Hamdan Taufik Fikri, Ketua Tim Satuan Tugas Berantas Judi Online (Saber Judol) PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya.

Pemuda Muhammadiyah menyoroti meningkatnya jumlah iklan judi online yang sering kali menyasar pengguna muda melalui berbagai platform digital.

Iklan-iklan ini menurutnya tidak hanya mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan tetapi juga dapat menyebabkan kecanduan berjudi di usia dini.

“Jika tidak ditangani dengan serius, fenomena ini bisa berdampak buruk pada perkembangan mental, sosial, dan finansial remaja. Judi online bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga melahirkan masalah sosial yang lebih luas,” tambah Hamdan.

Pemuda Muhammadiyah memuji langkah serius DPR dalam mendorong regulasi pembatasan internet yang menargetkan konten berbahaya termasuk iklan judi online.

Organisasi ini mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan penyedia layanan internet dan platform digital dalam menerapkan filter yang lebih efektif guna memblokir iklan semacam itu.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga mengusulkan agar pemerintah memperkuat edukasi digital bagi orang tua dan remaja tentang bahaya judi online serta pentingnya penggunaan internet yang proporsional.

Dalam pernyataannya, Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi kepemudaan lainnya untuk berkolaborasi mendukung upaya ini.

Mereka percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memastikan internet dapat menjadi alat yang memberdayakan bukan merugikan.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mendukung langkah ini. Anak-anak dan remaja adalah aset bangsa, dan tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang aman dari pengaruh negatif dunia maya,” ujar Hamdan.

Langkah selanjutnya Pemuda Muhammadiyah juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi kebijakan pembatasan internet.

Mereka berharap pemerintah memberikan laporan berkala mengenai efektivitas regulasi ini serta melibatkan masyarakat dalam evaluasi kebijakan.

Dengan dukungan luas dari berbagai pihak termasuk Pemuda Muhammadiyah, diharapkan kebijakan pembatasan internet ini dapat menjadi langkah strategis untuk memitigasi iklan judi online dan melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman dunia digital yang semakin kompleks. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *