Tasikmalaya, kamarang.id | Para ibu ibu di Kota Tasikmalaya, merasa kecewa akan kebijakan pemerintah yang menghapus bantuan sosial, karena terbentur peraturan.
Salah satu aturan yang membuat mereka pasrah yakni, terlibatnya salah satu keluarga yang terdapat dalam satu KK, dalam permainan judi online.
Bahkan ada yang berujar, siapa yang maen judol siapa yang dirugikan. “Padahal mah yang maen suami tapi kena imbas kami,” kata salah satu warga yang suaminya sering maen judol.
Selain karena judol, mereka yang salah satu anggota keluarganya memiliki gelar akademis, atau anaknya sedang menempuh pendidikan tinggi tercatat sebagai keluarga yang bantuan sosialnya dihentikan.
“Iya kang, anak saya emang ada yang kuliah, bantuannya dihentikan padahal lagi butuh butuhnya,” terang yang lainnya.
Ada juga yang karena paket listriknya terpasang tiga paket, juga terdeteksi sebagai penerima bansos yang dicoret dari data.
“Kami padahal masih ngontrak, karena paket listrik tiga paket dan suami punya gelar, bansos kami dicoret, tapi katanya masih bisa mengajukan, mudah mudahan masih ada rejekinya, karena kami masih punya anak sekolah,” tambah yang lainnya.
Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti digunakan untuk judi online akan dilakukan edukasi dan evaluasi. Bisa jadi tidak boleh lagi menerima bansos. (***)











