Pangandaran, kamarang.id | Maksudin (44) bersama istrinya, Rismawati (26), dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, terpaksa tinggal di bagian dapur rumah yang tersisa.
Sebelumnya, rumah mereka yang terletak di Dusun Gadog, Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, mengalami kerusakan parah setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Senin, 1 September 2025.
Kepala Dusun Gadog, Imron Rosadi mengatakan, pihak desa sudah lama memikirkan kondisi keluarga tersebut yang tergolong tidak mampu.
“Kami sering mencari jalan untuk bisa membantu mereka. Karena mereka memang patut diberi bantuan,” kata Imron, Selasa 2 September 2025.
Menurut Imron, hampir seluruh bagian rumah rusak akibat cuaca ekstrem, menyisakan dapur sebagai satu-satunya tempat berlindung.
“Alhamdulillah tahun ini keluarga Maksudin mendapatkan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dana Desa Batumalang sebesar Rp 10 juta,” tambahnya.
Meski begitu, Imron berharap ada bantuan tambahan dari pihak lain untuk melengkapi pembangunan, mengingat anggaran dari desa terbatas dan keluarga tersebut tidak memiliki kemampuan swadaya yang mencukupi.
“Kami sudah lama berupaya dan terus konfirmasi ke pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada realisasi bantuan dari sana,” jelasnya.
Sementara itu, Rismawati mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah desa. Ia menceritakan bahwa sejak rumah mereka rusak, seluruh anggota keluarga tidur di dapur.
“Kami tinggal di dapur bersama anak sejak rumah kena musibah kemarin. Terima kasih kepada pihak desa yang sudah membantu. Kami sangat bahagia,” ucapnya.
Rismawati juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya sangat terbatas. Suaminya bekerja serabutan, sementara ia sendiri hanya berdagang kecil-kecilan di rumah.
“Penghasilan suami tidak menentu, cukup untuk makan saja. Saya hanya jualan kecil-kecilan, lumayan untuk tambahan,” ujarnya. (Dri)









