Tasikmalaya, kamarang.id | Forum komunikasi kepala sekolah swasta SMK Kabupaten Tasikmalaya, menyayangkan dengan adanya sinyalemen pembubaran forum operator SMK Kabupaten Tasikmalaya, oleh Kantor Cabang Dinas XII, seperti yang dilansir media online Radar24jam.com
Dalam edisi 15 Agustus 2025, media tersebut menyebutkan bahwa KCD XII akhirnya membubarkan FKOS, buntut dari kekisruhan yang berawal dari rencana FKOS SMK kabupaten Tasikmalaya akan mengelar Bimbingan Teknis tentang Dapodik bagi para operator se kabupaten Tasikmalaya, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.450.000,- , sehingga menjadi perbincangan diantara kepala sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Sugilar, Sekretaris MKKS dan FKKS SMK Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, sebetulnya hal tersebut bisa diselesaikan secara musyawarah.
“Apalagi kita memiliki organisasi yang menaungi sekolah swasta dan negeri yakni MKKS dan FKKS, bukan malah diumbar ke media, yang pada akhirnya berbuntut pada pembubaran forum komunikasi operator SMK se kabaupaten Tasikmalaya ” ungkapnya, Sabtu 16 Agustus 2025.
Sementara itu, salah seorang pejabat teras di KCD XII menurut media tersebut menegaskan bahwa, keberadaan FKOS terkesan illegal.
Padahal Operator itu sendiri menurut sejumlah kepala sekolah adalah jantungnya dari sebuah manajemen sekolah.
Lalu terkait acuan anggaran yang diajukan oleh FKOS untuk agenda Bimtek itu sendiri, dianggap masih cukup wajar, mengingat operator sendiri pasti akan diberikan kemampuan teknis dalam bintek tersebut untuk diterapkan di sekolahnya masing masing.
“Ya sejatinya baik instansi pemerintah maupun organisasi yang memayungi SMK negeri dan swasta bisa lebih mengayomi dan melindungi operator karena kami para kepala sekolah sangat memerlukan potensi para operator di sekolah kami ” ujar Evan salah seorang Kepsek di wilayah Utara Kabupaten Tasikmalaya. (Dzm)









