Hiburan

Konser Ruang Bermusik Tetap Digelar Tanpa HINDIA dan Lomba Sihir, Vanue Masih Mencari

160
×

Konser Ruang Bermusik Tetap Digelar Tanpa HINDIA dan Lomba Sihir, Vanue Masih Mencari

Sebarkan artikel ini
Konser Hindi Berpotensi Picu konflik Horisontal di Kota Santri, Ormas Islam Tegas Menolak
screenshoot vidoe klip matahari tenggelam HIndia/yt

Tasikmalaya, kamarang.id | Konser Musik yang bertajuk Ruang Bermusik yang sempat menuai polemik, akan tetap di gelar Sabtu – Minggu 19-20 Juli 2025, namun tanpa kehadiran HINDIA Band dan Lomba Sihir.

Hal tersebut menyusul gelombang protes dari berbagai elemen ormas islam di Tasikmalaya, yang mengindikasikan HINDIA beraliran Satanic serta Lomba Sihir tidak relevan dengan kearifan lokal.

Ketidakhadiran HINDIA dan Lomba Sihir dikonfirmasi pelaksana sekaligus Owner EO Ruang Bermusik, Rizky Ginanzar Saputra, usai menggelar rapat koordinasi dengan unsur muspida dan ormas serta asosiasi EO.

Rizki mengaku, pihaknya mendapat tekanan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang menolak kehadiran kedua musisi tersebut.

“Ada atensi dari ormas menganggap beliau itu adalah satanic, terus lomba sihir tidak sesuai dengan kearifan lokal,” kata Rizky kepada wartawan, Selasa 15 Juli 2025.

Sebagai pihak penyelenggara, Rizky mengaku, dirinya telah berusaha mencari solusi dengan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan sejumlah instansi terkait.

Pada Forum diskusi tersebut menghasilkan berbagai masukan, namun keputusan akhir tetap diserahkan kepada pihak berwenang.

Dibatalkan

Lebih lanjut, Rizki mengatakan, bahwa Kapolres Tasikmalaya Kota menjadi salah satu pihak yang punya keputusan akhir terkait keamanan konser.

“Setelah mendengarkan berbagai pertimbangan, pembatalan pun akhirnya diputuskan,” tambahnya.

Meski pembatalan ini menimbulkan kekecewaan di kalangan penonton, penyelenggara menilai langkah tersebut sebagai pilihan paling rasional.

Rizki menilai, keberlangsungan acara secara keseluruhan jauh lebih penting.

“Pada akhirnya kami mengambil keputusan dan sikap untuk men-take down hindia dan lomba sihir tidak jadi tampil di Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

Dalam hal ini, Rizki menerangkan, Ruang Bermusik bukan hanya konser hiburan, melainkan bagian dari upaya memajukan ekosistem seni di Tasikmalaya. Maka dari itu, keamanan dan kenyamanan publik menjadi prioritas utama.

“Karena ada hal yang lebih penting, yaitu acaranya harus terselenggara. lebih penting daripada apapun, kalau misalkan tidak terselenggara akan panjang lagi. Karena ruang bermusik lahir di tasik untuk tasik,” paparnya.

Adapun terkait lokasi acara, Rizki mengungkapkan bahwa pihaknya masih berupaya agar konser tetap digelar di Lanud Wiriadinata. Tempat tersebut karena sudah dipersiapkan sejak jauh hari.

Sedangkan, mengenai tiket, pihaknya memastikan, penjualan masih berlangsung dan belum ada perubahan harga. Tiket masih bisa dibeli secara langsung di lokasi pada hari pelaksanaan.

Total tiket yang disediakan untuk dua hari acara berkisar antara 7.000 hingga 8.000 lembar. Harga tiket dibanderol mulai dari Rp100.000 hingga Rp200.000, tergantung kategori. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *