Tasikmalaya, kamarang.id | Konser HINDIA yang digawangi Baskara Putra, yang akan digelar di Kota Tasikmalaya, mendapat penolakan dari beberapa tokoh dan organisasi massa islam Kota Tasikmalaya.
Aksi penolakan tersebut disampaikan melalui audiensi dengan pihak Kepolisian Resort Kota Tasikmalaya, Kamis 10 Juli 2025, di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Yogi yogaswara SH, Ketua Tim Advokasi Almumtaz, mengungkapkan 5 poin penolakan konser musik berbau Okultisme. Menurutnya, konser musik berbasis worldview Satanic, meski tanpa simbol dan lirik.
Berikut Lima poin alasan penolakan konser tersebut.
1. Worldview Tak Bisa Dinetralisir
Menurut Yogi, Musik bukan sekadar hiburan. Ia adalah ekspresi ruh & ideologi. Kalau ruh penciptanya adalah kufr (satanic), maka seluruh performa tetap pancarkan nilai kufr meski tanpa simbol.
“Menghapus simbol bukan berarti menghapus ruh. Mengundang mereka sama dengan membuka pintu wasilah kekufuran,” terangnya.
2. Syubhat Lebih Berbahaya dari Haram Terang-Terangan
Mengutip Hadist Riwayat Bukhari – Muslim,“Barangsiapa jatuh dalam syubhat, maka ia jatuh dalam haram.”
Yogi menilai, Konser ini bukan netral. Tapi syubhat ideologis.Bungkusnya hiburan, isinya normalisasi kufr. Lama-lama umat kebal terhadap maksiat.
“Ini adalah strategi tadarruj iblisi (penyesatan bertahap),” tambahnya.
E. Musik sama dengan Media Penanaman Ruh dan Akidah
Dari Ibn Sina, musik bentuk maqam ruh.
Musik bukan netral.
“Jika berasal dari ruh kufr, maka pengaruhnya tetap racun — meski tanpa kata. Racun dalam gelas kristal tetap racun,” tegasnya.
4. Melanggar Maqashid Syariah
Yogi mengungkapkan, dalam pelaksanaan konser musik tersebut, ada Dua maqashid syariah utama dilanggar yakni :
✅ Ḥifẓ ad-Dīn — Agama tergadaikan oleh ideologi musuh.
✅ Ḥifẓ al-‘Aql — Akal masyarakat dibius oleh narasi toleransi semu.
“Ini bukan ekspresi seni, tapi infiltrasi nilai,” ucapnya.
5. Simbol Bisa Disembunyikan, Tapi Ruh Tidak
Yogi menjelaskan, Janji dalam bermusik“tak akan tampil satanik”adalah taqiyyah iblisiyyah yakni Taktik untuk masuk lewat pintu estetika.
“Tipu daya syaitan itu lemah…”ujar Yogi menukil dari ayat (QS An-Nisa: 76) bagi yang waspada. Tapi mematikan bagi yang permisif,” ujarnya.
Melalui keterangan tersebut dengan lima alasan penolakan yang dipaparkan, Yogi menegaskan Konser ini WAJIB DITOLAK, karena:
1. Worldview kufr tidak bisa dinetralisir.
2. Musik = ekspresi ruh & nilai.
3. Syubhat lebih berbahaya dari haram terbuka.
4. Melanggar maqashid syariah (agama & akal).
5. Ini siasat pembiusan ideologis yang halus.
“Menolak konser ini sama dengan Muqawamah Aqidiyah. Sedangkan Membiarkannya sama dengan Membuka pintu penyusupan nilai kufr ke dalam hati umat,” tandasnya. (Red)











