Ekonomi

Hadir di HKP ke 52 Tingkat Kota Tasikmalaya, Arjuna Farm Perkenalkan Inovasi Teknologi Pertanian

176
×

Hadir di HKP ke 52 Tingkat Kota Tasikmalaya, Arjuna Farm Perkenalkan Inovasi Teknologi Pertanian

Sebarkan artikel ini
Hadir di HKP k 52 Tingkat Kota Tasikmalaya, Arjuna Farm Perkenalkan Inovasi Teknologi Pertanian
Kepala Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya bersama Faunder Arjuna sedang melihat tekonlogi Arjuna Farm/ist
Intiraya | Para petani khususnya di Wilayah Kecamatan Tamansari kin tengah berbangga dengan hadirnya teknologi terapan yang dikeluarkan pihak CV Teknologi Perangkat Pintar. Teknologi tersebut dinamai Arjuna Farm.
Arjuna Farm merupakan teknlologi yang mengintegrasikan system pertanian, perkebunan dan perikanan modern dengan konsep sentuhan Teknologi Smart Farming berbasis IoT (Internet off Things).
Rini Maryani S.Kom CEO Arjuna Grup mengatakan, Arjuna Farm masih focus pada system teknologi pengairanya. Karena menurutnya, dibanding integrasi teknologi denga menggunakan media tanam tanah dan cocopit, media tanam air lebih efektif dan efisien.
“Kami masih focus di sistem pengairannya. sesuai penelitian dan percobaan dengan berbagai media tanam, yang lebih efektif ya menggunakan media tanam air,” ujarnya ditemui di Stand Arjuna Farm di perhelatan HKP Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/07/24).
Rini mengklaim, dengan teknologi Arjuna Farm ini bisa memangkas Waktu tanam dan juga mampu meningkatakan ekonomi pertanian.
“Secara Waktu dan peningkatan ekonomi pertanian insyaalloh Teknologi Arjuna Farm sudah teruji. Meski pada awalnya biaya instalasinya cukup menguras, namun hasilnya bisa dibandingkan dengan budidaya secara manual,” tambahnya.
Rini bertekad akan melakukan ekspansi teknologi tersebut ke seluruh wilayah Kota Tasikmalaya bahkan sampai ke luar Tasik, apalagi jika didukung dengan regulasi dari pihak berwenang.
Menurut Rini, teknologi teknologi yang diterapkan Arjuna Farm dikontrol melalui Handphone sehingga tidak memerlukan banyak tenaga.

Beberapa Sistem Teknologi Arjuna Farm

Ada beberapa system yang diterapkan Arjuna Farm ini, diantaranya.

SISTEM HIDROPONIK NFT

Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakan sistem hidroponik yang memanfaatkan kemiringan untuk mengalirkan air ke seluruh tanaman.
Sistem ini terbilang mudah cara pembuatannya karena hanya membutuhkan beberapa talang air, pipa, pompa aquarium, bak air berukuran besar, dan beberapa bahan lain yang mudah dijumpai di toko material.
Air yang dialirkan dalam sistem ini tidaklah banyak, jika diukur hanya setinggi 3 mm, atau setebal lapisan film, itulah sebabnya diberi nama NFT.
Jadi akar tanaman tidak terendam oleh air, hanya sebatas dialiri saja. Air tersebut tentunya sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
Dengan adanya aliran air yang tipis ini, tanaman akan dapat tumbuh dengan seragam, karena air juga tersebar secara merata di talang air.
Air nutrisi dialiri dari ember besar menggunakan pompa aquarium, kekuatannya disesuaikan dengan jumlah talang air yang akan digunakan.
Untuk kemiringan talang air, sekitar 2-5 derajat. Air akan mengalir kembali ke ember, dan setelah itu kembali naik ke talang air, begitulah cara kerjanya.
Kelebihan dalam menggunakan sistem NFT?
1. Pertumbuhan tanaman lebih cepat karena akar tanaman langsung menyentuh nutrisi.
2. Kebutuhan air terpenuhi dengan baik.
3. Tanaman mendapatkan nutrisi secara terus menerus.
4. Resiko pengendapan kotoran rendah karena talang air sudah miring.
5. Mudah mengontrol nutrisi yang diberikan.
Tanaman tumbuh lebih seragam.
Kekurangan dalam menggunakan sistem NFT?
1. Karena air dialirkan menggunakan bantuan pompa, maka bergantung kepada listrik.
2. Jika ada tanaman yang terkena penyakit, besar kemungkinan tanaman lain juga terkena penyakit.
Bagi anda yang ingin menanam tomat, cabai, selada, atau mungkin buah-buahan dan tanaman obat lain, sistem NFT bisa dijadikan pilihan.
Hadir di HKP k 52 Tingkat Kota Tasikmalaya, Arjuna Farm Perkenalkan Inovasi Teknologi Pertanian
Hadir di HKP k 52 Tingkat Kota Tasikmalaya, Arjuna Farm Perkenalkan Inovasi Teknologi Pertanian/ist

SISTEM HIDROPONIK DFT

Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara NFT dan DFT. Jika pada sistem NFT menggunakan aliran air yang tipis, maka dalam DFT kedalaman air berkisar 46 cm. Dan biasanya sistem menggunakan pipa ukuran 4 inci, dan tidak dibuat miring seperti NFT.
Sistem DFT juga menggunakan bantuan pompa air untuk mengaliri air nutrisinya. Agar kedalaman air bisa mencapai 4-6 cm, sambungan pipa harus lebih kecil dari diameter pipa, agar air bisa menggenang di dalam pipa. Kebutuhan air dan nutrisi tanaman juga tentunya akan terpenuhi.
Apa saja kelebihan menggunakann sistem DFT?
1. Tidak selalu membutuhkan listrik.
Jika listrik padam, tidak perlu khawatir, karena masih terdapat genangan air yang dapat memberi nutrisi pada tanaman.
2. Lebih hemat listrik, karena pompa tidak harus selalu dinyalakan.
3. Cocok untuk berbagai jenis tanaman.
4. Kebutuhan nutrisi dan tanaman terpenuhi dengan baik.
Kekurangan Sistem DFT
1. Adanya resiko pembusukan akar. Karena akar selalu terendam dalam air, maka akar bisa busuk.
2. Biaya pembuatan sistem DFT cenderung mahal.
3. Membutuhkan lebih banyak air nutrisi.
4. Perawatan relatif sulit.
5, Kotoran bisa mengendap di dalam pipa, dan harus dibongkar untuk membersihkannya.

SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG

Hidroponik rakit apung atau Floating Raft system adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan kolam penampungan air, styrofoam atau sejenisnya sebagai rakit agar tetap mengapung, rockwool, dan netpot sebagai wadah untuk penyangga tanaman.
Jika Anda sudah mengenal hidroponik sistem wick, maka sistem rakit apung ini tidak jauh berbeda. Bedanya adalah pada rakit apung ada stereofom yang mengapung diatas air tempat untuk menanam.
Apa saja kelebihan menggunakann sistem Rakit Apung?
1. Biaya pembuatan rakit apung hidroponik ini relatif murah.
2. Hidroponik rakit apung hanya menyiapkan kolam penampungan air, stereofom atau sejenisnya, netpot, dan rockwool, sistem ini tidak membutuhkan banyak alat penunjang hidroponik sebagaimana sistem yang lain.
3. Perawatan lebih mudah. Untuk membersihkan instalasi cukup menguras dan membersihkan kolam, tidak sesulit membersihkan instalasi hidroponik yang lain.
4. Tidak terlalu bergantung pada aliran listrik.
5. Idealnya sistem rakit apung menggunakan aerator untuk memebuhi kebutuhan oksigen, namun ketika aliran listrik padam, tanaman tetap terjaga kesegarannya dan tidak terjadi dehidrasi.
5. Biaya operasi lebih murah. Kesederhanaan sistem rakit apung secara otomatis akan mengurangi biaya operasionalnya.
Kekurangan Sistem Rakit Apung
1. Rentan terjadi pembusukan akar.
2. Sistem rakit apung sebagian besar akar tanaman terendam dalam air secara terus menerus, sehingga rentan terjadi pembusukan akar.
Oleh karena itu perlu memilih tanaman yang tahan terdapat air, misalnya kangkung, slada, dan pokcoy. Selain itu bisa dengan solusi menambahkan kadar oksigen dalam air dengan menambahkan airator.
3. Tidak semua tanaman sayuran yang biasa ditanam secara hidroponik bisa ditanam dengan sistem ini. Tidak cocok untuk tanaman sayuran buah seperti tomat, cabe, terong, dll.
4. Kebutuhan air lebih banyak. Sistem rakit apung harus memenuhi air dalam kolam yang disiapkan, dan harus konstan, sehingga kebutuhan nutrisi juga relatif lebih banyak.

SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG

Hidroponik rakit apung atau Floating Raft system adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan kolam penampungan air, styrofoam atau sejenisnya sebagai rakit agar tetap mengapung, rockwool, dan netpot sebagai wadah untuk penyangga tanaman.
Jika Anda sudah mengenal hidroponik sistem wick, maka sistem rakit apung ini tidak jauh berbeda. Bedanya adalah pada rakit apung ada stereofom yang mengapung diatas air tempat untuk menanam.
Apa saja kelebihan menggunakann sistem Rakit Apung?
1. Biaya pembuatan rakit apung hidroponik ini relatif murah.
2. Hidroponik rakit apung hanya menyiapkan kolam penampungan air, stereofom atau sejenisnya, netpot, dan rockwool, sistem ini tidak membutuhkan banyak alat penunjang hidroponik sebagaima sistem yang lain.
3. Perawatan lebih mudah. Untuk membersihkan instalasi cukup menguras dan membersihkan kolam, tidak sesulit membersihkan instalasi hidroponik yang lain.
4. Tidak terlalu bergantung pada aliran listrik. Idealnya sistem rakit apung menggunakan aerator untuk memebuhi kebutuhan oksigen, namun ketika aliran listrik padam, tanaman tetap terjaga kesegarannya dan tidak terjadi dehidrasi.
5. Biaya operasi lebih murah. Kesederhanaan sistem rakit apung secara otomatis akan mengurangi biaya operasionalnya.
Kekurangan Sistem Rakit Apung
1. Rentan terjadi pembusukan akar.
2. Sistem rakit apung sebagian besar akar tanaman terendam dalam air secara terus menerus, sehingga rentan terjadi pembusukan akar. Oleh karena itu perlu memilih tanaman yang tahan terdapat air, misalnya kangkung, slada, dan pokcoy. Selain itu bisa dengan solusi menambahkan kadar oksigen dalam air dengan menambahkan airator.
3. Tidak semua tanaman sayuran yang biasa ditanam secara hidroponik bisa ditanam dengan sistem ini. Tidak cocok untuk tanaman sayuran buah seperti tomat, cabe, terong, dll.
4. kebutuhan air lebih banyak. Sistem rakit apung harus memenuhi air dalam kolam yang disiapkan, dan harus konstan, sehingga kebutuhan nutrisi juga relatif lebih banyak. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *