Ekonomi

Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai

153
×

Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai

Sebarkan artikel ini
Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai
Elin Herlina Sukses Bawa Batik Dahon Mendunai

Pangandaran, intiraya.com | Elin Herlina (51), warga Kampung Balengbeng RT 01, RW 01 Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, berhasil melambungkan Batik Dahon hingga mendunia.

Ia berhasil membuat beragam produk fesyen hingga mendapat pengakuan dari pasar internasional seperti dari Belanda, Thailand, Vietnam yang beberapa kali memesan produknya.

Namun hasil tersebut bukan tanpa kendala. Elin mengaku, selama 1 Tahun pertama, dirinya tidak bisa menjual hasil produk batik yang menjadi buah karyanya tersebut.

“Iya, batik kami ini mengalami kegagalan karena batik tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, Ingin warna merah keluar warna coklat, mau membuat warna hijau muncul kuning. Sehingga tidak bisa menjual hasilnya,” katanya, Selasa 29 April 2025 di galeri miliknya.

Elin Herlina mulai menggarap batik Dahon pada tahun 2018. Melihat potensi alam yang ada di kampungnya. Setelah sebelumnya ia mengikuti beberapa pameran batik di Yogyakarta, Solo dan Pekalongan.

Ia mulai melihat peluang dengan menggarap batik Dahon yang ditekuninya pada tahun 2018 hingga dipamerkan di acara agustusan hingga akhirnya banyak kalangan menengah ke atas yang tertarik.

“Usaha Batik Dahon yang kami tekuni ini mulai berlimpah dengan motif tidak akan ada yang sama dengan yang lain, karena ramah lingkungan menuntut kreativitas dan inovasi berkelanjutan dengan persaingan usaha masih rendah,” tambahnya.

Bahan Baku Buah Dahon

Elin menuturkan, dirinya terbersit mendirikan rumah produksi batik dengan bahan baku yang alami yakni Ecoprint Batik Dahon.

“Bahan baku yang digunakan untuk pewarna batik sendiri dari bahan alami tapas buah dahon. Buah dahon dikenal sebagai buah nipah,” tuturnya.

Elin menuturkan, Buah Dahon memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan buah kolang-kaling dengan memiliki rasa manis dan segar, dengan tekstur yang kenyal serta dapat bermanfaat untuk kesehatan, seperti meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan saluran pencernaan, fungsi paru-paru, dan memberikan energy.

“Tak hanya itu Buah Dahon juga mengandung antioksidan dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata,” katanya.

Sementara itu untuk tapas Dahon juga bisa dijadikan bahan pewarna untuk batik yang dapat menghasilkan kreasi pewarna unggulan, tentunya harus menggunakan kain unggul, yakni kain katun primisima, sutra, Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kulit, katun bambo.

Selain berkat perjuangannya, Elin mengakui, dirinya diberi dukungan oleh Bank Indonesia baik berupa sarana dan prasarana juga kegiatan peningkatan ilmu ekonomi.

“Alhamdulilah Bank Indonesia Tasikmalaya memberikan dukungan terhadap Batik Dahon dimulai Tahun 2020 hingga sekarang selalu mengundang dalam setiap kegiatan berkaitan dengan perajin dan ekonomi maupun fashion show, akhirnya Batik Dahon mulai memiliki pasar,” katanya.

Harga Batik Dahon dipatok dengan harga yang bervariatif mulai Rp 400 ribu terbuat dari katun primisima dan sutra seharga Rp 500 ribu, dengan rata-rata perbulan mendapatkan penghasilan Rp 40 juta hingga Rp 50 juta. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *