Tasikmalaya, intiraya.com | Beragam kritikan terhadap kepemimpinan Viman – Diky menjelang 100 hari kerja tersu bermunculan. Kali ini datang dari politisi Partai Demokrat, Irfan Ramdhani.
Pasalnya, hingga saat ini, hasil konkret dari kebijakan yang diharapkan oleh masyarakat belum terasa serta perubahan signifikan belum terlihat dalam kehidupan sehari-hari warga.
Politisi Partai Demokrat, Irfan Ramdhani menilai, seperti penanganan masalah sampah yang menumpuk di beberapa lokasi perlu dipertanyakan.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup harus menjelaskan apakah anggaran untuk pengelolaan dan pengangkutan sampah sudah tersedia.
“Kalau anggaran ada, seberapa besar? Apakah penggunaannya tepat sasaran atau justru defisit? Sampah masih terlihat menumpuk di banyak tempat,” ujar Irfan, Senin 21 April 2025.
ia mempertanyakan, sejauh mana Wali Kota Tasikmalaya terlibat dalam program-program yang dijalankan dan evaluasi kinerja yang sudah dilakukan menjelang 100 hari kerja mereka.
Irfan juga menyoroti kurangnya koordinasi dan komunikasi yang terjalin antara Wali Kota dengan dinas-dinas terkait dalam menjalankan program-program pemerintah.
Ia menilai, hingga saat ini, belum ada gebrakan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Apakah Wali Kota sudah melakukan rapat koordinasi mengenai program dan evaluasi? Apakah beliau paham betul kebutuhan anggaran tiap OPD?” tandasnya.
Irfan bahkan menyarankan agar DPRD memanggil Wali Kota untuk mempertanyakan kinerja dan program prioritas yang sudah dijalankan.
Tokoh pemuda sekaligus pemerhati kebijakan di Kota Tasikmalaya itu menuturkan, jika melihat tren kepemimpinan saat ini, pemimpin harus memberi contoh secara langsung.
Irfan menyebut, dirinya akan mendukung langkah-langkah Wali Kota yang dilakukan dengan cepat dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Namun, hal tersebut harus terwujud dalam bentuk tindakan nyata, bukan hanya sekadar wacana,” pungkasnya. ***









