Ekonomi

Mendong Java Woven Perluas Pasar Global, Kini Tembus Amerika dan Jerman

236
×

Mendong Java Woven Perluas Pasar Global, Kini Tembus Amerika dan Jerman

Sebarkan artikel ini
Mendong Java Woven Perluas Pasar Global, Kini Tembus Amerika dan Jerman
Mendong Java Woven Perluas Pasar Global, Kini Tembus Amerika dan Jerman

Tasikmalaya, intiraya.com | Industri kreatif di Kota Tasikmalaya kembali mencatatkan pencapaian penting dengan pelepasan ekspor produk anyaman mendong o1eh PT Mendong Java Woven ke Amerika Serikat dan Jerman.

Keberhasilan ini bukan hanya bukti daya saing produk berbasis kearifan 1okal di pasar global, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekonomi kreatif serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejarah Perusahaan

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1994, PT Mendong java Woven (sebelumnya CV Mendong Jaya) berkomitmen untuk melestarikan tradisi menenun mendong sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.

Berawal dari produksi tikar mendong tradisional, perusahaan ini kini mengembangkan berbagai produk home decor, seperti storage box, tray, dan cermin dekoratif yang mengusung desain kontemporer dan ramah lingkungan.

Dengan melibatkan Iebih dari 200 tenaga kerja, PT Mendong java Woven berhasil memperluas pasar ekspornya ke berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, Korea, Jepang, dan Inggris, sebelum akhirnya menembus pasar Amerika Sellkat dan Jerman.

Dukungan dan Pendampingan

Keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari dukungan dan sinergi darl berbagai pihak, salah satunya Bank
Indonesia Tasikmalaya, yang secara aktif mendorong UMKM agar mampu berdaya saing di pasar internasional.

Melalui berbagai program pembinaan, Bank Indonesia telah memberikan pendampingan komprehensif kepade PT Mendong java Woven.

Selain itu, program penguatan kelembagaan dan literasi
keuangan yang bekerja sama dengan LPPM Universitas Siliwangi juga membantu perusahaan dalam mengelola keuangan serta memahami regulasi perdagangan internasional.

“Tidak hanya dari sisi operasional, Bank Indonesia juga memfasilitasi PT Mendong java Woven dalam
memperoleh sertifikasi internasional, seperti Business Social Compliance Initiative (SMETA) dan Ventikasi
Legaltas Kayu (SVLK), yang menjadi syarat utama dalam perdagangan global,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida usai melepas, Kamis 13 Maret 2025.

Selain itu, lanjut Laura, perusahaan juga mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran internasional dan business matching guna memperluas jejaring pasar.

“Seiring meningkatnya permintaan ekspor, Bank Indonesia turut menjembatani akses perusahaan terhadap dukungan permodalan dari perbankan, memastikan keberlanjutan usaha mereka di pasar global,” tambahnya.

Di sisi lain, keberlanjutan Industri anyaman mendong juga bergantung pada ketersediaan bahan baku dan regenerasi tenaga pengrajin.

PT Mendong Java Woven menjalin kemitraan erat dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Saluyu, yang memillki 61 anggota aktif dan berperan dalam menyediakan bahan baku
mendong berkualitas tinggi.

“Dalam hal ini, Bank Indonesia Tasikmalaya memberikan bantuan berupa 15 unit Alat Tenun 8ukan Mesin (ATBM) Mendong kepada KUBE Saluyu guna meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.

Melaiui kolaborasi antara PT Mendong java Moven dan Bank Indonesia, pengrajin lokal mendapatkan pelatihan keterampitan serta kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Tidak hanya itu, upaya pelestarian lingkungan pun menjadi perhatian utama dengan mendorong budidaya bahan baku alam seperti mendong, pandan, dan eceng gondok, sehingga pasokan tetap tenaga dan Industri dapat berkembang secara belkelanjutan.

Daya Saing Produk Lokal

Keberhasilan PT Mendong Java Woven dalam menembus pasar ekspor menunjukkan bahwa produk berbasis budaya lokal memillki daya salng tinggi jika dikembangkan dengan Inovasi, strategi pemasaran yang tepat, serta dukungan dari berbagai pihak.

Pelepasan ekspor ke Amerika Serikat dan Jerman ini tidak
hanya memberIkan manfaat ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga bagi ekosistem UMKM di Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.

Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kreatif lokal yang mampu menembus pasar ekspor, membawa Tasikmalaya dan Indonesia semakin dikenal di kancah global
sebagai pusat Industri kreatif berbasis budaya yang inovatif dan berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *