Tasikmalaya, intiraya.com | Hasil keputusan MK atas didiskualifikasi nya H Ade Sugianto pada Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024, menjadi perhatian banyak pihak, salah satunya dari aktivis muda Tasikmalaya.
Yusuf Muhammad Anwar, berpandangan, bahwa Pemilu harusnya dirasakan sebagai pesta pora nya demokrasi, lantas menurutnya, Siapa yang merayakan-nya?.
Menurutnya, ajang pergantian kepemimpinan selalu di sambut dengan suka cita masyarakat karena menginginkan perbaikan di tiap daerahnya.
Yusup mengatakan, sudah seharusnya masyarakatlah yang bersukacita atas adanya pesta demokrasi, alih-alih menjadi hajat masyarakat ternyata malah menjadi bancakan para penyelenggara pemilu.
“Tidak sedikit uang negara (uang rakyat) yang dikeluarkan untuk pesta tersebut, malah digunakan dengan percuma. 143 milyar tanpa hasil apapun,” ujar Yusuf kepada media, Rabu 26 Februari 2025.
Yusuf menilai, jika uang 143 miliar tersebut digunakan untuk biaya pendidikan, berapa sarjana yang bisa dihasilkan, berapa rakyat miskin yang bisa di bantu, berapa orang yang bisa sembuh dari sakitnya.
“Salah siapa? Dosa siapa? Apa tanggung jawab nya?? Siapa yang sebenarnya berpesta?? Apa yang harus dirayakan??” tanya Yusuf.
“Terimakasih para penyelenggara pemilu, berkat kalian kami bisa ber pesta bahkan sampai 2x,” pungkasnya.
Seperti diketahui, MK mendiskualifikasi H Ade Sugianto pada Pilkada Tasikmalaya 2024 sebagai bupati terpilih.
MK menilai Ade Sugianto telah menjabat bupati selama dua periode yang artinya tidak bisa menjabat lagi atau mencalonkan diri di periode ke tiga.
Dengan keputusan tersebut, MK meminta KPUD Kabupaten Tasikmalaya melakukan Pemungutan Suara Ulang untuk tiga pasangan calon yang sebelumnya bertanding tanpa mengikut sertakan H Ade Sugianto. (Red)











