kamarang.id | Meski diguyur hujan, prosesi pelepasan Siswa SMK Nurusalam Salopa yang digelar di kampus SMK Nurusalam, Senin 04 Mei 2026, berjalan khidmat dan lancar.
Sebanyak 178 Siswa mengikuti prosesi dengan serius dan antusias, nampak mereka terlihat sangat menikmati dengan haru prosesi pelepasan tersebut.
Kepala Sekolah SMK Nurusalam, Dedi Z Mutaqin mengungkapkan, lulusan SMK Nurusalam, 30 persennya bagi lulusan tahun 2026 terserap di dunia kerja, tiga diantaranya diberangkatkan ke Jepang melalui program Sekolah Pusat Keunggulan, kerjasama dengan LPK Seiko.
“SMK Nurusalam bertekad terus wujudkan sekolah yang siap berkarakter industri dan sekolah siap kerja,” terang Dedi kepada media usai acara.
Sementara itu, Pengawas Yadi Gunamiyadi S.Pd M.Pd menegaskan, SMK Nurusalam harus menjadi barometer keberhasilan sekolah di wilayah timur dengan alumnus yang 70 persen link and match, diyakjni SMK Nurusalam bisa menjadi magnet keberhasilan sekolah swasta dalam mewujudkan dunia kerja.
Program SADESSA
SMK Nurusalam Salopa termasuk salah satu SMK swasta yang digandeng Pemerintah Kecamatan Salopa untuk mewujudkan program “Satu Desa Satu Sarjana” (SADESSA) yan digagas oleh pemerintah daerah.
H. Roni Ruhimat, S. Sos. M. Si Camat salopa berharap semua sekolah menangah baik itu MA, SMA dan SMK bisa mewujudkan program bupati tersebut.
“Kita bantu biayanya dan kita upayakan masuk ke PTN yang ada di Jawa Barat tentu dengan nilai akademik dari sekolah masing masing yang sangat mumpuni,” harapnya.
Seperti diketahui, Program “Satu Desa Satu Sarjana” (SADESSA) adalah inisiatif pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan membiayai studi sarjana bagi satu orang dari setiap desa.
Program ini berfokus pada anak muda berprestasi agar bisa kuliah dan kembali membangun desanya. Berikut adalah poin-poin penting mengenai program ini berdasarkan informasi terbaru (2025-2026):
1. Tujuan ProgramPeningkatan SDM: Mencetak generasi muda yang berilmu dan berdaya saing tinggi.
2. Pembangunan Desa: Diharapkan sarjana yang dihasilkan kembali ke desa asal untuk memajukan daerahnya (pengabdian).
3. Akses Pendidikan: Membantu membiayai kuliah bagi masyarakat kurang mampu agar impian kuliah tercapai.











